Rabu, 06 Agustus 2025

Fiorentina Gahar Tahan Imbang Nottingham! Tuttosport: "Viola Makin Greng, Tapi Gol Masih Absen"

Nottingham - Fiorentina bikin kejutan di tanah Inggris! Dalam laga persahabatan seru melawan Nottingham Forest di City Ground, pasukan Stefano Pioli tampil ngotot dan sukses nahan imbang 0-0 tim Premier League yang finis ke-7 musim lalu. Meski gagal cetak gol, La Viola tunjukkan progress dan semangat juang yang bikin fans bangga, bro


Dengan hanya 16 hari jelang laga resmi perdana di playoff Conference League pada 21 Agustus, Fiorentina terus asah performa. Setelah kalah 0-2 dari Leicester akhir pekan lalu, kali ini tim Pioli kelihatan lebih solid. Semua pemain bintang diturunkan dari menit awal, termasuk trio maut Gudmundsson, Dzeko, dan Kean di lini depan. Ini baru kedua kalinya mereka main bareng sebagai starter sejak uji coba melawan Primavera di Viola Park pada 20 Juli lalu.


Meski skor kacamata, Viola nyaris bikin kejutan. Dodò, sang bek kanan, bikin jantungan fans Nottingham dengan tembakan keras yang cuma membentur mistar gawang. Sayang, gol masih jadi PR besar buat tim ini. Tuttosport bilang, Fiorentina tunjukkan "progressi e grinta" alias kemajuan dan semangat pantang menyerah. Pioli sendiri dikabarkan puas dengan respons timnya, apalagi setelah laga ini jadi tes berat jelang duel kontra Manchester United di Old Trafford akhir pekan nanti.

Di sisi lain, laga ini juga jadi panggung nostalgia buat Nikola Milenkovic, eks kapten Viola yang kini jadi benteng Nottingham. Dia main penuh 90 menit dan bikin pertahanan Forest kokoh. Usai laga, Milenkovic bikin gestur manis dengan bagi-bagi jersey Nottingham ke seluruh skuat Fiorentina. "Firenze itu rumah keduaku," katanya penuh haru.

Fiorentina memang masih dalam tahap persiapan, tapi permainan mereka di laga ini bikin optimisme menanjak. Dengan kerja keras Pioli dan tambahan amunisi seperti Simon Sohm di lini tengah, Viola siap tempur di Eropa. Ayo, Viola, gaspol ke trofi

Selasa, 01 Oktober 2019

Ribery Hancurkan Milan

MILAN – Fiorentina menjungkirbalikkan AC Milan di San Siro, Ahad lalu. Dalam duel pekan keenam Seri A, La Viola-julukan Fiorentina-mencukur tuan rumah dengan skor 3-1.

Satu-satunya gol Milan dicetak oleh penyerang Rafael Leao. Sedangkan tiga gol dari kubu tamu dibikin oleh Erick Pulgar (penalti), Gaetano Castrovilli, dan Franck Ribery. Nama terakhir pemain Fiorentina di atas menerima penghargaan sebagai Man of the Match atau pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.

Ribery memang tampil menawan. Berduet dengan penyerang Federico Chiesa, 21 tahun, dalam skema 3-5-2, Ribery ikut berperan menggempur lini pertahanan Rossoneri. Selain bikin gol ketiga Fiorentina, Ribery menjadi biang dari hadiah penalti yang dieksekusi Pulgar.

Gara-gara Ribery pula, AC Milan bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-55. Ketika itu bek Mateo Musacchio sengaja melanggar Ribery hingga diusir wasit. Yang bikin kagum adalah usia senja Ribery, yakni 36 tahun, tapi kakinya masih lincah berlari di lapangan. Makin uzur, dia kian masyhur.

Buktinya, sejumlah fan Milan tampak berdiri memberikan penghormatan ketika Ribery mencetak gol ke gawang Gianluigi Donnarumma pada menit ke-78. Tepuk tangan nan getir. Mereka menghargai Ribery dengan wajah yang teramat masam. Ribery tampak tersenyum lebar seusai laga. Pemain Prancis itu merasa makin percaya diri menjalani petualangan barunya di tanah Italia.

"Saya memang sudah tua, tapi saya merasa masih muda jika berada di atas lapangan. Sebab, sepak bola adalah hidup saya," kata Ribery.

Pemain jebolan akademi Lille itu seperti merasa lega, bahwa keputusannya untuk menunda pensiun sudah tepat. Setelah kontrak kerjanya habis bersama Bayern Muenchen, Juni lalu, muncul kabar bahwa Ribery mempertimbangkan keputusan pensiun.

Keputusan itu akan menjadi penutup cerita nan manis setelah 12 tahun bermain di klub sebesar Muenchen. Bersama Die Roten, mantan pemain Galatasaray itu meraih 24 trofi dari berbagai kompetisi. Arjen Robben, yang sama-sama habis kontrak bersama Muenchen, Juni lalu, mengambil pilihan itu. Namun Ribery tidak.

"Saya akan bermain lagi selama satu atau dua tahun, setelah itu baru pensiun," ujarnya sebelum bergabung dengan Fiorentina.

Bersama Fiorentina, Ribery tercatat enam kali tampil di Seri A. Empat kali di antaranya main sejak awal. Hasilnya pun ciamik, dia mencetak dua gol dan satu assist. Gol perdananya ke gawang Atalanta, Ahad dua pekan lalu, berbuah rekor. Ribery tercatat sebagai pemain asing tertua yang sukses mencetak gol dalam sejarah Seri A.

Walhasil, Ribery makin termotivasi untuk tampil lebih tajam lagi bersama Fiorentina. Mantan pemain Olympique Marseille itu sudah meyakinkan Manajer Fiorentina, Vincenzo Montella, bahwa fisiknya masih mampu untuk dimainkan rutin saban pekan. Ribery menegaskan, sejak awal ia punya niat membantu Tim Ungu itu dengan berbekal kualitas dan pengalamannya.

"Saya bahagia di sini. Namun saya butuh menit bermain lebih banyak agar bisa menjaga penampilan bagus seperti laga melawan Milan," ucap Ribery.

Sementara Ribery panen pujian, Manajer Milan, Marco Giampaolo, sebaliknya jadi bulan-bulanan fan il Diavolo. Dalam enam pekan Seri A, Milan hanya mampu dua kali menang dan kalah empat kali. Walhasil, Milan kini berada di posisi ke-16 klasemen sementara dengan enam poin. Suara fan cuma satu, yakni petinggi Milan harus segera memecat Giampaolo.

Sejumlah media Italia pun sudah ramai memperbincangkan kandidat pengganti pelatih berusia 52 tahun tersebut. Setidaknya, ada tiga calon kuat, yaitu pemain legenda klub Andriy Shevchenko, bekas Manajer Juventus Massimiliano Allegri, dan The Special One: Jose Mourinho.

Giampaolo mengaku bertanggung jawab atas rentetan kekalahan timnya. Namun dia menolak mundur.

"Saya masih percaya pada filosofi tim ini. Saya hanya kecewa Milan bermain bukan seperti sebuah tim sepak bola," kata mantan Manajer Sampdoria tersebut.

Salah satu direktur Milan, Paolo Maldini, mengatakan petinggi klub masih menaruh kepercayaan pada Giampaolo. Menurut legenda hidup Milan itu, petinggi klub tak boleh ikut larut dalam emosi fan yang mengkambinghitamkan Giampaolo.

"Tanggung jawab ini harus dibagi. Ini kesalahan pemain, klub, pelatih, fan, semua orang. Saat ini kami seperti terjebak, tapi saya yakin solusinya cuma satu, kerja keras," kata Maldini. GOAL | FOOTBALL ITALIA | SKY SPORTS | INDRA WIJAYA


Kamis, 08 Februari 2018

Napoli Mempersiapkan Tawaran Istimewa untuk Chiesa

Wonderkid Fiorentina ini semakin matang dan menjadi salah satu bintang yang bersinar terang di Serie Amusim ini, jadi tidak mengherankan jika menarik minat klub lain.

Menurut laman Corriere dello Sport, berita yang sudah tidak mengejutkan lagi bahwa Napoli berencana untuk membajak Federico Chiesa. Musim ini, winger berusia 20 tahun ini telah mencetak 5 gol dan 4 assist dalam 22 pertandingan, yang menunjukkan bahwa Chiesa adalah salah satu penyerang andalan Fiorentina. 

Sementara itu di Napoli, penyerang mereka Dries Mertens dan José Callejón telah berusia 30 tahun, hal ini membuat Aurelio de Laurentiis dan Maurizio Sarri melirik Chiesa dan pemain sayap Bologna Simone Verdi , sebagai target utama untuk meremajakan lini depan Partenopei.

Pada bursa transfer musim panas lalu, sebenarnya Inter Milan telah mempersiapkan penawaran untuk Federico Chiesa, namun transfer tersebut tidak terjadi karena Pantaleo Corvino (Direktur Olahraga Fiorentina) menyatakan tidak menjual aset terbaiknya yang menjadi bagian Starting XI Fiorentina tahun lalu bersama Davide Astori dan Milan Badelj. 

Dalam pernyataan pihak klub selalu dinyatakan bahwa musim 2017/2018 akan menjadi musim rebuilding skuad, yang berfokus pada pengembangan bakat muda, Chiesa menjadi simbol pemimpin di antara pemain muda lainnya. Sejauh ini, pemain muda selain Chiesa seperti Giovanni Simeone dan Gil Dias memang sudah sering menjadi bagian permainan tim, namun tidak bagi Ianis Hagi (yang akhirnya kembali ke klub lamanya) , Rafik Zekhnini, dan Simone Lo Faso masih belum bisa menggeser posisi Cyril Théréau dan Riccardo Saponara dalam bangunan permainan Fiorentina.

Menjadi pemain reguler di usia muda ternyata tidak hanya membawa dampak positif, namun bisa saja efek negatif pun terikut. Salah satu contohnya adalah pada saat Fiorentina dihempaskan di Artemio Francgi dengan skor telak 1-4, salah satu hasil analisis para pandit adalah fokusnya para bek pertahanan Verona untuk menjaga Chiesa. Pelatih Verona menugaskan dua pemain untuk melakukang marking kepada Chiesa dan sedikit mengabaikan "ancaman" Théréau di sayap yang lain. Ini adalah sebuah pertandingan luar biasa, dimana seorang remaja dibebani harapan oleh timnya, dan kemudian menjadi fokus perhatian lawannya. Chiesa tahu itu, pelatihnya tahu, rekan satu timnya mengetahuinya, musuhnya tahu dan seluruh liga tahu.

Beban semacam itulah yang kadang menyebabkan beberapa kebiasaan buruk. Chiesa terlalu bersemangat untuk "show off", melepaskan tembakan ke arah gawang meskipun posisinya tidak menguntungkan, melakukan dribble terlalu lama yang akhirnya gagal dan kadang puluhan tackle lawan membuatnya "marah". Tentu saja ini bukan salahnya, karena Chiesa yang mencoba hal yang mungkin masih lebih baik daripada kebanyakan pemain Fiorentina lainnya yang tidak mencoba sama sekali.

Dengan tipe permainannya, itulah yang diharapkan Napoli bisa menarik Chiesa menjadi bagian timnya. Bermain dengan Dries Mertens, Callejón, Lorenzo Insigne , dan Marek Hamšík, dan dilatih oleh manajer yang bertaktik menyerang Maurizio Sarri, mungkin bisa membuat Chiesa meninggalkan apa yang bisa ditawarkan Fiorentina saat ini. Namun Sarri juga harus berpikir memutar skuad, karena Chiesa adalah starter yang dijamin di Firenze, maka Sarri harus menawarkan menit bermain yang banyak untuk Chiesa jika akhirnya bergabung.

Kontrak Chiesa di Fiorentina baru akan berakhir pada Tahun 2022, Napoli harus menebus mahal jika ingin mendapatkan Chiesa. 

Dan bagi Fiorentina, menjual Chiesa, akan membuktikan pada dunia dan fans setianya bahwa Fiorentina sudah tidak lagi tertarik untuk memenangkan apapun, dan bahwa "gerakan peremajaan skuad" yang digembar gemborkan awal musim ini hanyalah tipuan sinis dan harapan palsu untuk menghindari pembayaran gaji tertinggi sekaligus mendapatkan keuntungan maksimal dari penjualan pemain berkualitas.

Kita berharap Federico Chiesa tetap tinggal, namun melihat posisi Fiorentina di klasemen kita akan ragu bahwa dia akan bertahan. Bersiaplah untuk patah hati lain musim panas ini, para Fans Fiorentina. Ah untungnya, kita sudah terbiasa mengalaminya.

sumber : VIOLANATION

Senin, 05 Februari 2018

Fiorentina Kandaskan Bologna 2-1 di Renato Dall'Ara

Setelah selalu kalah dalam dua giornata sebelumnya, Fiorentina berhasil keluar dari krisis usai mencuri kemenangan tipis 2-1 atas Bologna, pada giornata 23 Serie A Italia, Minggu (4/2) malam WIB. 

Jordan Veretout membawa Fiorentina unggul lebih dahulu di menit ke-41, meski kemudian dianggap sebagai gol bunuh diri Antonio Mirante. Bologna kemudian menyamakan kedudukan lewat sepakan kencang Erick Pulgar. Namun Fiorentina pada akhirnya memetik tiga poin berkat gol krusial Federico Chiesa di menit 44. Hasil ini membawa mereka naik ke peringkat 11, sementara Bologna berada satu tingkat di bawahnya.

Laga yang berlangsung di Stadion Stadio Renato Dall'Ara ini menyedot perhatian publik karena kejadian gol bunuh diri yang dilakukan kiper Bologna, Antonio Mirante, dan lesakan Eric Pulgar, yang berawal dari proses tendangan sepak pojok.

Mirante seperti orang yang sedang kebingungan saat berusaha mengantisipasi tendangan gelandang Fiorentina, Jordan Veretout. Bola tendangan itu lalu melengkung tajam ke arah gawang serta mengenai tiang sebelum akhirnya si kulit bundar tersebut terdorong oleh tubuh Mirante dan berjalan masuk melintasi garis gawang.

Beselang tiga menit, gelandang Bologna, Erick Pulgar, memperlihatkan kemampuannya dengan mencetakkan satu gol.

Kemenangan tiga poin ini sudah membuat Fiorentina berada di posisi ke-11 klasemen Liga Italia sementara dengan memperoleh 31 poin. Sedangkan Bologna hanya berbeda satu tingkat di bawah Fiorentina dengan raihan 27 poin.

Jumat, 02 Februari 2018

Fiorentina adalah Tim Paling Kreatif kelima di Eropa

Ya, Anda tidak salah baca. Dalam sebuah artikel oleh Mohamed Moallim dari Squawka , Fiorentina menduduki peringkat kelima sebagai tim paling kreatif di Eropa. Di urutan nomor 1 - 4 berturut turut adalah Bayern Munchen, Real Madrid, Napoli dan AS Roma.

Ini mungkin mengejutkan banyak orang karena seperti yang kita tahu Fiorentina saat ini mengalami musim yang sulit. Pengurutan peringkat tim paling kreatif ini didasarkan pada statistik peluang yang diciptakan pada seluruh pertandingan yang dilalui musim 2017/2018, dimana hal ini menjadi sangat menarik karena meskipun kreatf dalam menciptakan peluang namun artikel menunjukkan bahwa Fiorentina tidak benar-benar memanfaatkan peluang ini. La Viola menciptakan peluang dengan statistik 13,65 per game. Total pada musim ini, Fiorentina telah menciptakan 273 peluang dan hanya mencetak 29 gol dari peluang tersebut. Hal ini berarti bahwa Fiorentina hanya mengkonversi sekitar 10,6% dari peluang yang diciptakan. Jika ada fans Fiorentina yang senang dengan angka itu, mereka seharusnya tidak boleh menjadi Fiorentini.

Catatan positif dari statistik ini adalah bahwa taktik Stefano Pioli bekerja, hanya "kurang beruntung" di penyelesaian akhir. Di 10 besar tim terkreatif tersebut, di bawah Fiorentina ada  PSG, Liverpool, Inter Milan, Tottenham dan Manchester City. Dari 10 tim tersebut, hanya Fiorentina satu-satunya klub yang tidak bermain di Eropa. 

Catatan lainnya adalah Cristiano Biraghi adalah pemain dengan penciptaan peluang terbanyak di Fiorentina. Salah satunya mungkin karena taktik Pioli yang menyerahkan semua tendangan bebas kepadanya, namun intinya bahwa sebenarnya Biraghi melaksanakan tugasnya dengan baik. Sejauh ini Biraghi sendiri telah menciptakan 37 peluang meskipun tidak keseluruhan peluang tersebut merupakan peluang bagus.

Dan hal yang patut menjadi bahan evaluasi dari artikel ini adalah meski Fiorentina mendapatkan banyak peluang namun banyak yang tidak berbuah menjadi gol. Ini adalah statistik yang perlu diubah. Pemain seperti Giovanni Simeone, Cyril Thereau , Federico Chiesa, Riccardo Saponara dan Gil Dias perlu tampil lebih baik. Jika mereka rajin mencetak gol dengan memanfaatkan peluang dengan bagus, maka Fiorentina akan mendapat tempat yang semestinya di klasemen Serie A, zona eropa atau bersaing menuju peringkat 4.

Selalu menyenangkan untuk membaca sebuah artikel positif yang menunjukkan sesuatu yang dilakukan Fiorentina dengan baik, namun bisa membuat kita bersedih jika dalam artikel yang positif tersebut tersirat makna tentang  sesuatu yang tidak berjalan semestinya dalam taktik Fiorentina.

La Viola perlu memperbaiki penampilan mereka. Sangat bagus fakta bahwa mereka menciptakan peluang lebih banyak daripada klub klub terbaik di Eropa dan ini menjadi PR untuk para striker agar mencetak gol lebih sering. Fiorentina perlu terus meningkatkan permainan untuk dapat perlahan naik menuju posisi klasemen yang akan mengantarkan mereka ke kompetisi liga eropa.

sumber: VIOLANATION

Kamis, 01 Februari 2018

Resmi : Khouma Babacar Bertukar Klub dengan Diego Falcinelli (Sassuolo)

Fiorentina secara resmi meminjamkan Khouma Babacar ke Sassuolo dengan kewajiban pembelian di akhir musim. Sebaliknya Sassuolo meminjamkan Diego Falcinelli ke Fiorentina, namun dengan opsi pembelian bukan kewajiban.

Kesepakatan ganda ini diselesaikan pada jam-jam terakhir dari tenggat waktu transfer.

Babacar tampil di 20 pertandingan untuk Fiorentina musim ini (dan hanya 3 yang dimulai dari Starting XI) dengan mencetak 5 gol di semua kompetisi. Diharapkan dengan fisik yang prima kehadiran Babacar di Sassuolo menjadi aset berharga bagi klub tersebut.

Sementara Diego Falcinelli pada paruh pertama di Sassuolo tampil di 23 pertandingan dan mencetak 3 gol di musim ini. Jika Falcinelli tidak tampil bagus di Florence di sisa paruh musim ini, ada kemungkinan tidak ditebus oleh Fiorentina dan bisa saja Babacar dan Falcinelli akhirnya menjadi rekan setimnya di Sassuolo musim mendatang.

Rabu, 02 Agustus 2017

Inter Tebus Klausul Pelepasan Matias Vecino

BOLASPORT.COM, MILAN - Fiorentina mengonfirmasi bahwa Inter Milan berhasil mendapatkan Matias Vecino dengan tebusan 21,5 juta Poundsterling. Sang pemain kini tinggal melakukan tes medis sebelum menandatangani kontrak.

Vecino adalah pemain yang sangat krusial bagi Fiorentina musim lalu. Dia total mencetak 3 gol dan 4 assist saat bermain untuk La Viola.

Pemain asal Urugay ini diaktifkan klausul pelepasannya oleh pihak Inter Milan senila 21,5 juta Poundsterling.

Sang gelandang hanya tinggal melakukan tes medis dan kemudian menandatangani kontrak sebelum bergabung dengn La Beneamatta.

Situs resmi Fiorentina mengungkapkan: "Inter Milan mendatangkan Matias Vecino dengan membayar klausul pelepasannya."

"Oleh karena itu Viola memberi wewenang kepada pemain untuk melakukan tes medis untuk kesepakatan."ujar pihak Fiorentina.

Musim ini Fiorentina begitu banyak kehilangan pilarnya dibursa transfer musim panas. Vecino adalah rekrutan kedua Inter dari Fiorentina, setelah sebelumnya Inter merekrut Borja Valero.

sumber : BOLA

Rabu, 28 Juni 2017

Keluarga Della Valle Siap Jual Fiorentina

REPUBLIKA.CO.ID, FIRENZE -- Setelah 15 tahun berkuasa sebagai pemilik dinasti kerajaan di Artemio Franchi, keluarga Della Valle memberi sinyal mereka siap menjual Fiorentina. Kritikan tifosi Fiorentina terkait minimnya suntikan dana segar dan sulitnya klub meraih prestasi diyakini menjadi faktor utama Della Valle ingin melepas kepemilikan Si Ungu.

"Pemilik Fiorentina mengumumkan bahwa penawaran telah dibuka mengingat adanya rasa tidak puas dari para pendukung yang ingin (pemilik) mudur dan klub terbuka bagi mereka yang ingin membeli dan mengelola klub," tulis pernyataan resmi yang diunggah Fiorentina di laman resmi klub, dilansir dari Viola Nation, Selasa (27/6).

Keluarga Della Valle membeli Fiorentina pada tahun 2002 silam. Saat itu, klub yang pernah dibela Gabriel Batistuta ini dalam kondisi bangkrut dan dihidupkan kembali dengan nama Firenze Viola untuk bermain di kompetisi kasta bawah.

Pada 2004, Della Valle mampu mengembalikan klub ke Serie A dan sudah kembali bisa memakai nama Fiorentina. Hanya saja, pendukung menilai perkembangan La Viola di bawah pengusaha sepatu dan produk berbahan kulit mewah, Tod's, ini stagnan dan tidak memberikan investasi yang lebih besar.

Della Valle pun menyatakan pembukaan penawaran ini menjadi momen bagi mereka yang mencintai Fiorentina serta yakin bisa mengelola klub dengan cara berbeda dan lebih berhasil untuk tampil ke depan.

"Pemilik bersedia menerima tawaran konkret, yang jelas hanya oleh mereka yang benar-benar mencintai jersey ungu dan memiliki keseriusan dan soliditas yang diperlukan untuk mendorong klub yang menuntut seperti Fiorentina," tulis Della Valle.

Sebelum tawaran itu datang, Della Valle menyatakan, klub akan dikelola dengan sangat hati-hati oleh para manajer. Pemilik memberikan rasa hormat kepada jajaran manajer yang mengelola klub dan bekerja dengan sepenuh hati.

Sebelum Fiorentina, beberapa klub Serie A dijual kepada pemilik baru. Yang masih hangat, penjualan AC Milan dari kekuasaan Silvio Berlusconi kepada konsorsium asal Cina. Sebelumnya juga ada Inter Milan yang dijual ke Suning Group.

sumber : REPUBLIKA

Kamis, 01 September 2016

Marcos Alonso Direkrut Chelsea

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Chelsea telah merekrut bek kiri Marcos Alonso dari Fiorentina dengan ikatan kontrak lima tahun. Demikian diumumkan klub Liga Primer Inggris itu pada Rabu (31/8).

Pemain Spanyol berusia 25 tahun itu bukan sosok asing terhadap sepak bola Inggris. Ia pernah bermain untuk Bolton Wanderers sejak Juli 2010 sampai Juli 2013. Ia juga menghabiskan lima bulan sebagai pemain pinjaman di Sunderland pada 2014.

Tidak ada detail-detail finansial yang diumumkan, namun media Inggris melaporkan bahwa biaya untuk mendatangkan Alonso berada di sekitar 23 juta pound (Rp 401 miliar).

"Saya sangat gembira. Ini merupakan langkah naik dalam karier saya dan menurut saya ini merupakan tempat yang sempurna bagi saya untuk terus berkembang. Inilah saatnya bagi saya untuk memenangi sejumlah gelar," kata lulusan akademi Real Madrid ini kepada situs resmi Chelsea.

"Ini merupakan keputusan mudah untuk saya buat ketika saya mendengar klub tertarik merekrut saya."

"Keluarga dan teman-teman dekat saya tahu bahwa Chelsea merupakan klub yang saya impikan untuk saya perkuat, maka saya benar-benar senang dengan tantangan dan tidak sabar untuk bekerja bersama rekan-rekan setim yang baru."

Alonso datang untuk memperkuat barisan pertahanan Chelsea yang dinilai perlu perbaikan oleh pelatih Antonio Conte. Selain Alonso, Chelsea menarik kembali David Luiz yang sebelumnya dilepas ke Paris Saint-Germain pada 2014 silam.

sumber: REPUBLIKA

Kamis, 18 Agustus 2016

Mario Gomez Bergabung dengan Wolfsburg

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- VfL Wolfsburg merekrut penyerang internasional Jerman Mario Gomez pada Rabu (17/8). Gomez kembali ke Bundesliga setelah berpetualang selama tiga tahun.

Penyerang 31 tahun itu meninggalkan Bayern Muenchen untuk bergabung dengan Fiorentina pada Juli 2013. Tapi kariernya tak cemerlang di Italia. Gomez menghabiskan musim lalu sebagai pemain pinjaman di Besiktas. Di sini ia menemukan sentuhannya dengan mencetak 26 gol di liga dan membantu Besiktas menjuarai Liga Turki.

Penampilannya membuat Gomez mendapat tempat di skuat Jerman untuk Piala Eropa 2016, di mana ia mengemas dua gol. Namun, Gomez memutuskan meninggalkan sang juara Turki itu karena situasi politik yang tidak stabil di negara itu menyusul percobaan kudeta militer.

"Kami melihat peluang merekrut Mario Gomez pada musim dingin, maka kami semua semakin gembira karena sekarang hal ini berjalan lancar," kata direktur olahraga Wolfsburg Klaus Allofs kepada situs resmi klub.

"Mario merupakan penyerang kelas internasional. Disamping kualitas bermainnya, ia juga membawa pengalaman dalam jumlah besar kepada tim kami. Sebagai pemain ambisius, ia sangat cocok berada di sini."

Gomez memulai kariernya di VfB Stuttgart. Ia telah mencetak 138 gol dari 236 penampilannya di kompetisi tingkat tertinggi Jerman. Ia memenangi Liga Champions bersama Bayern pada 2013, namun absen pada Piala Dunia 2014 karena masalah cedera.

Ia mencatatkan 68 penampilan untuk Jerman, dengan koleksi 29 gol.

sumber : REPUBLIKA

Senin, 16 Mei 2016

Fiorentina Tutup Musim dengan Kemenangan di Kandang Lazio

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Fiorentina menutup Liga italia Serie A 2015/2016 dengan gemilang, setelah berhasil mencuri tiga poin dari markas Lazio di Olimpico, Senin (16/5) pagi hari WIB. 

Kemenangan skuat Paulo Sousa dari klub ibu kota Lazio, notabennya tidak membuat mereka berubah dari tangga klasemen, skor 4-2 tersebut menutup akhir musim mereka dengan bertengger di posisi kelima mengantongi 64 poin dari 38 laga. Sementara Biancoceleste tak beranjak dari posisi kedelapan dengan nilai 54.
Tampil di hadapan publik Olimpico, armada Simone Inzaghi tampil menggebrak di awal pertandingan. Laga belum genap dua menit, tuan rumah sudah unggul berkat sepakan indah Senad Lulic dari luar kotak penalti skor sementara 1-0 untuk tim Biru Langit.

Namun setelah unggul, Miroslave Klose dan kawan-kawan malah kalah dalam penguasaan bola. Sebaliknya, La Viola semakin gencar melancarkan serangan demi menyamakan kedudukan. Usaha keras Si Ungu terbayar di menit ke-31. Matias Vecino berhasil memanfaatkan kemelut di area penalti Lazio, dengan melepaskan sepakan jarak jauh.

Anak-anak asuhan Sousa kemudian semakin terlecut untuk mencuri kemenangan. Walhasil, permata muda Italia, Federico Bernardeschi membawa tim tamu berbalik unggul di menit ke-40. Tanpa kawalan berarti, penyerang 22 tahun itu berhasil meneruskan umpan silang Cristian Tello.

Tello menutup paruh pertama dengan mencatat gol ketiga Fiorentina. Berawal dari serangan balik, aksi solo run bomber Spanyol itu sukses melewati lini pertahanan Lazio untuk kemudian dengan tenang menaklukkan Federico Marchetti.

Memasuki interval kedua, pertarungan berjalan lebih menarik. Lazio perlahan namun pasti mampu keluar dari tekanan. Sejumlah peluang terjadi melalui aksi brilian Miroslav Klose. Namun hingga satu jam laga berjalan, tak ada satu pun tembakan Lazio yang mampu mengenai sasaran.

Lantaran asyiknya menggempur pertahan lawan, Lazio lupa merapatkan barisan pertahanan. Hal ini lantas dimanfaatkan oleh Fiorentina untuk mengubah keadaan menjadi 4-1. Vecino berhasil membukukan gol keduanya di laga ini.

Tim tuan rumah sempat menipiskan keadaan menjadi 4-2 melalui ekekusi penalti bomber gaek asal Jerman, Miroslave Klose pada menit ke-74. Namun sayangnya, kemenangan 4-2 Fiorentina tetap bertahan hingga laga bubar.

sumber : REPUBLIKA

Kamis, 09 Juli 2015

Rodriguez : Tidak Masalah kalau Salah Pergi

Bek Fiorentina Gonzalo Rodriguez tidak khawatir dengan kepergian Mohamed Salah, dan berharap klub mendatangkan pemain besar.

Pemain sayap Mesir memveto untuk tidak kembali ke Viola, dengan klub mengancam untuk menuntut pemain Chelsea tersebut.

Namun, di kamp  pra-musim, Rodriguez berbicara santai tentang kisah yang sedang berlangsung.

"Saya belum berbicara dengannya baru-baru ini, karena dia berbicara bahasa Inggris dan saya tidak!" ujar Bek Argentina itu kepada media.

"Sayahanya berpikir tentang pemain yang ada di sini dan difokuskan pada Fiorentina. Jika seseorang ingin pergi, maka itu baik bahwa mereka telah pergi."

Rodriguez mengatakan bagaimanapun, klub harus menambah pemain jika mereka ingin mempertahankan standar permainan dari musim sebelumnya.

"Saya pikir akan sangat sulit untuk mengulangi apa yang kami lakukan dalam beberapa tahun terakhir, terutama musim lalu, tapi saya memiliki keyakinan dalam tim ini."

"Kami memiliki begitu banyak pemain yang memutuskan untuk tinggal di sini, meskipun tawaran dari beberapa klub di seluruh Eropa."

"Saya mengharapkan pemain besar untuk datang untuk melanjutkan permainan menarik kami dalam sepakbola. Kami perlu amnunisi tambahan untuk meraih piala dan berkembang, setelah hasil yang sangat baik tahun lalu."

(source : football-italia.net)

Senin, 06 Juli 2015

Sousa: Jangan Berbicara tentang Salah

Pelatih Fiorentina Paulo Sousa mengatakan 'sia-sia' berbicara tentang Mohamed Salah, setelah pemain sayap itu memilih untuk pergi.

Pemain Internasional Mesir menghabiskan paruh kedua musim lalu dengan status pinjaman bersama Viola, sebagai bagian dari kesepakatan transfer Juan Cuadrado ke Chelsea.

Meskipun Fiorentina telah mengambil pilihan mereka memperpanjang peminjaman, tapi pemain telah memveto itu, yang mengarah ke perang kata-kata.

"Salah jelas pemain yang telah memiliki beberapa tawaran dari tempat lain dalam beberapa pekan terakhir," ujar Sousa kepada La Nazione.

"Seringkali jika anda tidak tenang maka dapat membuat keputusan yang salah. Sekarang saya berpikir tentang pemain yang kami miliki, dan apa yang bisa mereka lakukan untuk saya, mereka yang penting."

"Tidak ada gunanya berbicara tentang dia (Salah), kami perlu memiliki ketenangan pikiran. Kami mengucapkan terima kasih atas apa yang dia lakukan untuk kami, tapi sekarang kami harus fokus pada orang-orang yang ada di sini, yang menghargai jersey ini. "

Kepergian Salah bisa sedikit tertutupi dengan kembalinya Giuseppe Rossi, tapi Sousa mengakui bahwa penangan khusus harus diambil terhadap striker rawan cedera.

"Kami harus menemukan keseimbangan yang tepat untuk pemain yang telah cidera. Kami harus mengetahui dengan baik, menilai kebugaran dan membuat keputusan dengan seluruh tim."

"Kami ingin memiliki dia (Rossi) di level terbaiknya."

(source : football-italia.net)

Senin, 22 Juni 2015

Paulo Sousa Resmi Jadi Pelatih Fiorentina

Fiorentina telah resmi menunjuk Paulo Sousa sebagai pelatih baru mereka setelah dia meninggalkan Basel FC. Fiorentina telah menunjuk pria Portugal Paulo Sousa sebagai pelatih mereka, kata klub Liga Italia itu pada Minggu (21/6/2015).

Sousa (44) merupakan mantan gelandang Portugal dan pernah melatih sejumlah klub Inggris yakni Queens Park Rangers, Swansea City, dan Leicester City.

Ia meninggalkan klub Swiss, Basel, pada pekan lalu setelah satu tahun mengarsiteki klub itu.

"Fiorentina dengan gembira mengumumkan bahwa pada hari ini telah tercapai kesepakatan dengan Paulo Sousa agar dia menjadi pelatih tim pertama yang baru," kata Fiorentina dalam pernyataan di situs resmi mereka.

"Sousa akan berada di Florence besok untuk melengkapi formalitas-formalitas."
Sousa, yang menjuarai Liga Champions sebagai pemain bersama Juventus dan Borussia Dortmund, menggantikan mantan penyerang Italia Vincenzo Montella.

Montella dipecat Fiorentina pada awal bulan ini setelah membawa mereka finis di peringkat keempat di Liga Italia musim lalu. 

sumber : ANTARA

Rabu, 10 Juni 2015

Alberto Aquilani dilepas Fiorentina

Alberto Aquilani dilepaskan Fiorentina dengan status free agent karena masa kontraknya telah berakhir, dan kabarnya mantan gelandang Liverpool diminati beberapa klub luar negeri.


"Kami tidak berbicara dengan Fiorentina, tetapi mereka sedanga ada masalah dengan Pelatih, sehingga harus menunggu," kata sang agen Andrea D'Amico kepada Gazzetta TV.

"Ada minat dari luar negeri. Karirnya tergantung dirinya, karena dia baru berusia 31 tahun dan berada dipuncak kekuatan fisiknya. "

Bahkan mantan pemain Roma dan Juventus itu belum genap 31 tahun sampai bulan depan, tapi musim ini dia telah tampil 34 kali untuk Fiorentina di semua kompetisi, dan mencetak satu gol.

Karir Aquilani di Fiorentina sebenarnya tidak terlalu jelek. Dia kerap menjadi pilihan utama pelatih Fiorentina kala itu,Vicenzo Montella. Meski begitu Fiorentina tetap melepas pemain yang beroperasi sebagai gelandang itu. “Saya butuh klub yang percaya dengan saya, melibatkan saya, serta bermain untuk klub itu memberikan saya kepuasan,” ujar Aquilani.

“Saya akan tetap tenang dan tidak cemas. Saya lebih suka menunggu sampai tawaran yang tepat datang,” imbuh pria 31 tahun itu.

Rabu, 03 Juni 2015

Neto Ucapkan Perpisahan kepada Fiorentina

Norberto Neto mengucapkan selamat tinggal kepada Fiorentina dan berharap akan bergabung Juventus.

Kiper Brazil ini menolak perpanjangan kontrak dan akan menjadi pemain bebas agen pada akhir bulan ini.

"Salah satu momen saya yang paling sulit telah tiba," tulisnya di Instagram.

"Saatnya meninggalkan teman-teman dan orang-orang yang telah begitu penting bagi saya selama lima tahun terakhir!"

"Saya menghabiskan lima musim tak terlupakan di Florence, tumbuh sebagai pemain, tetapi diatas semua itu sebagai pribadi."

"Saya berterima kasih kepada semua orang yang membuat mimpi ini menjadi kenyataan. Itu adalah suatu kehormatan untuk bekerja dan hidup sehari-hari dengan anda."

"Terima kasih ACF Fiorentina. Terima kasih Florence."

Neto sering dikaitkan dengan Juventus selama berbulan-bulan, meskipun masih harus dilihat apakah dia akan bergabung ke Turin sebagai cadangan Gigi Buffon atau dipinjamkan tempat lain.

(source : football-italia.net)

Jumat, 22 Mei 2015

Angelo Di Livio: Legenda Juventus yang Menjadi Pahlawan Fiorentina




Musim 2001/02 berakhir pahit untuk A.C.Fiorentina. Tim asal kota Firenze ini berada di posisi 17 klasemen akhir Serie A, dan otomatis harus turun ke Serie B di musim berikutnya. Perginya Francesco Toldo ke Inter Milan dan Rui Costa ke AC Milan di awal musim ternyata membuat La Viola tidak mampu bersaing kala itu.

Tetapi itu bukan satu-satunya bencana yang dialami Fiorentina. Di musim panas 2002, kesebelasan dengan warna kebanggaan ungu ini pun pernah dinyatakan bangkrut. Fiorentina harus turun ke Serie C2 dan memulai musim dengan nama baru, Florentia Viola.

Semua pemain yang membela Fiorentina di musim 2001/02 berstatus free agent, dengan kata lain pemain bebas hijrah ke kesebelasan lain.

Bermain di Serie C2 tentu merupakan mimpi buruk bagi pemain-pemain yang sebelumnya berlaga di Serie A, dan benar saja, semua pemain akhirnya pergi meninggalkan Fiorentina. Kecuali satu pemain, Angelo Di Livio.

Soldatino (pejuang kecil) julukan Di Livio, yang meraih gelar Liga Champions bersama Juventus 6 tahun sebelumnya, dengan setia menemani La Viola mengarungi kasta ke empat liga italia. Memang kala itu ia sudah berusia 36 tahun, namun bukan berarti tidak ada tawaran untuk Di Livio waktu itu. Franco Baresi yang saat itu menjadi direktur olahraga di Fulham, berusaha memboyong Di Livio ke Inggris.
feature image



Tetapi Di Livio menolak, “Saya memutuskan bertahan di sini untuk membantu Fiorentina kembali ke Serie A.” tegasnya.



Legenda Bianconeri

Di Livio memulai karirnya di klub kota kelahirannya, AS Roma. Tetapi selama semusim membela kesebelasan ibukota, Di Livio tidak mendapat kesempatan bermain sama sekali. Namanya baru benar-benar berkibar saat Di Livio membela Juventus pada musim 1993 hingga 1999.

Bersama La Vecchia Signora, Di Livio meraih total 9 gelar, termasuk Liga Champions 1996, UEFA Super Cup 1996, serta Intercontinental Cup di tahun yang sama. Di Livio yang berposisi sebagai gelandang bertahan menjadi salah satu komponen penting lini tengah Juve di era 90an.

Ketika Juventus Stadium diresmikan 8 September 2011, nama Di Livio masuk sebagai 50 legenda Juventus sepanjang masa, sejajar dengan Giampiero Boniperti, Gaetano Scirea maupun Michel Platini.

Padahal, gaya permainan Di Livio tidak semenonjol Roberto Baggio atau Zinedine Zidane, 2 playmaker hebat yang sempat bermain bersamanya di Juve, tetapi Di Livio mengimbangi itu dengan assist-assistnya serta usaha pantang menyerah di sisi kanan lini tengah Juve. Gaya bermain yang ngotot itulah alasan kenapa dia dijuluki Soldatino oleh Roberto Baggio.

Gaya bermain tersebut juga terbukti banyak disukai pelatih. Terbukti Di Livio dipanggil ke tim nasional Italia saat diasuh 4 pelatih yang berbeda, Arrigo Sacchi, Cesare Maldini, Dino Zoff dan Giovanni Trappatoni.

Di akhir musim 1998/99, Di Livio meninggalkan Juve dan kemudian bergabung dengan kesebelasan rival, Fiorentina.


Ditolak dan dipuja Fans Fiorentina

Sudah menjadi rahasia umum bila Fiorentina beserta fans nya begitu membenci Juve. Terutama saat Juve membajak pemain kesayangan mereka, Roberto Baggio, menjelang Piala Dunia 1990.
Baggio yang waktu itu menjadi andalan Fiorentina cuma berkata, “Saya dipaksa menerima transfer ini.” Seolah menyiratkan bahwa bukan dia yang ingin pindah ke Juve.

Kebencian publik Firenze terhadap Si Nyonya Tua sudah begitu mendarah daging, setiap pemain yang pindah langsung dari Juve ke Fio dipaksa untuk melakukan ritual ‘Degobbizzazione’ – simbol penyucian, penyambutan dan sumpah setia.

Hal ini berlaku juga untuk Di Livio. Setelah tampil buruk di 3 bulan pertama bersama La Viola, Di Livio ‘dipaksa’ untuk bersumpah di depan tifosi Fiorentina.

“Saat ini Juventus adalah musuh nomer satu saya, mereka membuang saya, mencampakkan saya, padahal saya memiliki perjanjian dengan Juve untuk memperpanjang kontrak, tetapi mereka mengusir saya.” ujar Di Livio saat itu.

Pada akhirnya, Di Livio akhirnya membuktikan bahwa dia memang benar-benar loyal pada La Viola. Di saat pemain lain pergi meninggalkan Fiorentina yang terpuruk, Di Livio yang saat itu memangku jabatan kapten memilih untuk tenggelam bersama ‘kapalnya’.

Semusim setelah bermain di serie C2, Florentia Viola berhasil naik ke Serie B. Di Livio yang waktu itu sudah berusia 37 tahun mengungkapkan keinginan terakhirnya sebelum pensiun, “Bermain kembali di serie a dengan jersey ini (Fiorentina) meskipun hanya satu pertandingan, akan menjadi cara yang hebat untuk mengakhiri karir saya.”

Di Livio mengakhiri karir sepakbolanya di akhir musim 2004/2005. Tepat seperti yang diinginkan, Di Livio mengakhiri karir dengan kostum Fiorentina di Serie A. Dan bukan cuma 1 pertandingan, dia melakoni 12 pertandingan di musim tersebut dan berhasil membawa Fiorentina bertahan di Serie A.

Kesetiaannya menjadi panutan bagi setiap pemain. Simak pernyataan mantan pemain Fiorentina, Lorenzo Amoruso, tentang Di Livio, “Di Livio adalah legenda yang sebenarnya karena pengorbanan yang dia berikan untuk Fiorentina. Ketika Fiorentina terdegradasi Di Livio merelakan gajinya dipotong dan karena itulah hingga saat ini para fans menganggapnya sebagai pahlawan.”
Di Livio, karir sepakbolanya memang membuatnya menjadi legenda di Juventus, tapi kesetiaan membuatnya jadi pahlawan di Fiorentina.

source: PanditFootball.com

Selasa, 23 September 2014

Stadion baru Fiorentina

ground.jpg

firenzeviola ~ Walikota Firenze Dario Nardella telah mengungkapkan rencana awal kepada Fiorentina untuk membangun stadion yang berkapasitas 40.000 tempat duduk dengan biaya lebih dari €300M.

La Viola, pertama kali mengumumkan rencana tersebut untuk membangun stadion baru yaitu pada tahun 2012, setelah bernegosiasi secara intensif dengan pejabat kota mengenai mengambil alih sebagian atau seluruh wilayah Mercafir, dimana saat ini di tempat itu merupakan pusat/pasar buah dan sayuran pasar terbesar di Firenze.

Hari ini, dalam pertemuan dengan pejabat kota lain juga untuk membahas tentang rencana klub, walikota telah mengungkapkan beberapa hal yg khusus ke Serie A  mengenai persoalan ini.

"Pembangunan stadion baru menyilang atau berlawanan  dengan kehidupan publik kota, jelas Nardella dalam kutipannya di situs ilsitodifirenze.it.

"Kita tahu bahwa saat ini satu-satunya sumber pendapatan dari sebuah klub sepak bola hanya dari hak siar televisi."

"Saya berpikir bahwa Italia harus mencontoh seperti kota-kota Eropa lainnya, dengan fasilitas yang modern dan dapat menjadi sumber pendapatan yg besar untuk klub sepak bola nya, sehingga mereka tidak terikat hanya pada pendapatan dari hak siar televisi saja."

"Fiorentina telah meminta bagian selatan dan utara dari seluruh wilayah Mercafir," lanjut walikota, dalam penjelasannya  bahwa hal ini dapat mempengaruhi rencana awal untuk membangun pasar baru kota di utara daerah itu.

"Stadion ini diperkirakan akan dapat menampung 40.000 penonton dan seluruhnya akan tertutup. La Viola sedang mempelajari investasi € 305.8m yang dapat menjamin ribuan pekerjaan.

"Kami memiliki waktu dan kesempatan jangan sampai hal ini  terlewatkan. Dengan kata lain Firenze dapat mengirimkan pesan ke seluruh penjuru Italia"

Jumat, 19 September 2014

Montella : Fiorentina ingin Juara Liga Europa

Vincenzo Montella mengatakan serius mengarungi laga nya yang ke 100 sebagai pelatih Fiorentina saat menjamu Guingamp di Liga Europa.

Fiorentina sedang tertahan diawal musim Serie A, baru mendapatkan satu poin dari dua pertandingan dan gagal mencetak satu gol pun.

La Viola akan bertindak sebagai tuan rumah dilaga pembuka Liga Europa di Artemio Franchi dinihari nanti.

"Ini merupakan awal dari Liga Europa dan kami serius akan kometisi ini." kata Montella dalam konfrensi persnya.

"Guigamp merupakan tim muda yang penuh semangat, sehingga akan menjadi sulit, tapi kami harus bermain layaknya Fiorentina. Jika kami menciptakan sejumlah peluang seperti yang kami lakukan melawan Genoa pada hari Minggu, maka saya akan senang."

"Guigamp berasal dari sebuah kota kecil, tapi di Italia kita memiliki klub seperti Chievo dan Empoli yang telah melakukan dengan baik. Kekuatan skuat tidak tergantung pada jumlah penduduk."

Laga ini akan menjadi pertandingan resmi ke 100 Montella bersama Fiorentina.

"Ini merupakan prestasi yang bagus dan berarti kami bermain banyak pertandingan dalam waktu singkat. Kami ingin melangkah jauh di Liga Europa dan saya katakan atas nama pemain dan klub. Kami ingin mengenalkan citra positif diluar negri."

"Bisakan kami mencapai Final ? Kami harus memberikan yang terbaik untuk melangkah sejauh mungkin. Kami memiliki skuat yang kompetitif untuk bermain baik di Italia dan Eropa, tapi pertama-tama kami harus menang besok."

Mulai tahun ini pemenang Liga Europa akan diberikan tempat di Liga Champion.

"Itu merupakan motivasi ekstra dan itu penting. Bahkan mungkin kami finis diperingkat enam Serie A dan tetap lolos Liga Champions."

Giuseppe Rossi cidera dan Juan Cuadrado butuh waktu untuk kembali kebentuk permainannya setelah Piala Dunia dan Mario Gomez membuang banyak peluang.

"Untuk mencetak gol, Gomez harus bermain... tapi saya akan putuskan besok (hari ini) apakah dia akan menjadi starter, karena kami akan menjalani kompetisi panjang dari pertandingan penting yang akan datang."

"Biasanya saya tidak ingi mengubah susunan pemain saya, tapi akan ada beberapa perubahan dibandingakan hari minggu. Kami bermain baik melawan Genoa pada akhir pekan, tapi hanya kurang dalam hal penyelesaian peluang. Itu sesuatu yang telah membuat kami kesulitan diakhir musim kemaren."

(source : football-italia.net)

Kamis, 18 September 2014

Gathering Nasional Viola Wujud Eksistensi Fans Fiorentina Indonesia

TRIBUNNEWS.COM - Komunitas pendukung klub Fiorentina yang tergabung dalam Viola Club Indonesia (VCI) sukses menyelenggarakan kegiatan Gathering Nasional "Gathnas" ke-3 di Kaliurang, Yogyakarta pada 6 -7 September 2014 lalu. Gathering Nasional ini merupakan kegiatan terbesar Viola Club Indonesia yang melibatkan seluruh tifosi Fiorentina di Indonesia dan terutama tuan rumah VCI Regional Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan mengusung tema One Club, One Taste, One Soul, Fiorentina!, Gathnas VCI dihadiri 52 peserta dari berbagai daerah antara lain Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Semarang, Solo Raya, Yogyakarta, Surabaya, Kediri, Bali, dan Medan.
VCI memperkuat soliditas anggota lewat pertemuan ini. VCI juga ingin menunjukkan eksistensinya kepada pendukung Fiorentina dan kepada fans klub lainnya.
Bertempat di Graha Kinasih, Kaliurang, Yogyakarta, tersebut, Viola Club Indonesia sekaligus melakukan pergantian kepengurusan periode 2008-2014 ke kepengurusan baru yakni, periode 2014-2018. Presiden VCI periode 2008-2014, Putra Yanda, digantikan Yosse Agnes periode 2014-2018.
Gathnas juga membentuk Sub-Regional baru yang sesuai AD/ART. Gathering berikutnya digelar di Bali tahun 2016.
Viola Club Indonesia berdiri 1 Juni 2008 dengan nama Fiorentina Fans Club Indonesia (FFCI). Tahun 2010, FFCI berubah menjadi Viola Club Indonesia (VCI) sesuai keanggotaan ACCVC. ACCVC merupakan asosiasi resmi fans Fiorentina yang menaungi Viola Club di seluruh dunia.