Senin, 22 Juni 2015

Paulo Sousa Resmi Jadi Pelatih Fiorentina

Fiorentina telah resmi menunjuk Paulo Sousa sebagai pelatih baru mereka setelah dia meninggalkan Basel FC. Fiorentina telah menunjuk pria Portugal Paulo Sousa sebagai pelatih mereka, kata klub Liga Italia itu pada Minggu (21/6/2015).

Sousa (44) merupakan mantan gelandang Portugal dan pernah melatih sejumlah klub Inggris yakni Queens Park Rangers, Swansea City, dan Leicester City.

Ia meninggalkan klub Swiss, Basel, pada pekan lalu setelah satu tahun mengarsiteki klub itu.

"Fiorentina dengan gembira mengumumkan bahwa pada hari ini telah tercapai kesepakatan dengan Paulo Sousa agar dia menjadi pelatih tim pertama yang baru," kata Fiorentina dalam pernyataan di situs resmi mereka.

"Sousa akan berada di Florence besok untuk melengkapi formalitas-formalitas."
Sousa, yang menjuarai Liga Champions sebagai pemain bersama Juventus dan Borussia Dortmund, menggantikan mantan penyerang Italia Vincenzo Montella.

Montella dipecat Fiorentina pada awal bulan ini setelah membawa mereka finis di peringkat keempat di Liga Italia musim lalu. 

sumber : ANTARA

Rabu, 10 Juni 2015

Alberto Aquilani dilepas Fiorentina

Alberto Aquilani dilepaskan Fiorentina dengan status free agent karena masa kontraknya telah berakhir, dan kabarnya mantan gelandang Liverpool diminati beberapa klub luar negeri.


"Kami tidak berbicara dengan Fiorentina, tetapi mereka sedanga ada masalah dengan Pelatih, sehingga harus menunggu," kata sang agen Andrea D'Amico kepada Gazzetta TV.

"Ada minat dari luar negeri. Karirnya tergantung dirinya, karena dia baru berusia 31 tahun dan berada dipuncak kekuatan fisiknya. "

Bahkan mantan pemain Roma dan Juventus itu belum genap 31 tahun sampai bulan depan, tapi musim ini dia telah tampil 34 kali untuk Fiorentina di semua kompetisi, dan mencetak satu gol.

Karir Aquilani di Fiorentina sebenarnya tidak terlalu jelek. Dia kerap menjadi pilihan utama pelatih Fiorentina kala itu,Vicenzo Montella. Meski begitu Fiorentina tetap melepas pemain yang beroperasi sebagai gelandang itu. “Saya butuh klub yang percaya dengan saya, melibatkan saya, serta bermain untuk klub itu memberikan saya kepuasan,” ujar Aquilani.

“Saya akan tetap tenang dan tidak cemas. Saya lebih suka menunggu sampai tawaran yang tepat datang,” imbuh pria 31 tahun itu.

Rabu, 03 Juni 2015

Neto Ucapkan Perpisahan kepada Fiorentina

Norberto Neto mengucapkan selamat tinggal kepada Fiorentina dan berharap akan bergabung Juventus.

Kiper Brazil ini menolak perpanjangan kontrak dan akan menjadi pemain bebas agen pada akhir bulan ini.

"Salah satu momen saya yang paling sulit telah tiba," tulisnya di Instagram.

"Saatnya meninggalkan teman-teman dan orang-orang yang telah begitu penting bagi saya selama lima tahun terakhir!"

"Saya menghabiskan lima musim tak terlupakan di Florence, tumbuh sebagai pemain, tetapi diatas semua itu sebagai pribadi."

"Saya berterima kasih kepada semua orang yang membuat mimpi ini menjadi kenyataan. Itu adalah suatu kehormatan untuk bekerja dan hidup sehari-hari dengan anda."

"Terima kasih ACF Fiorentina. Terima kasih Florence."

Neto sering dikaitkan dengan Juventus selama berbulan-bulan, meskipun masih harus dilihat apakah dia akan bergabung ke Turin sebagai cadangan Gigi Buffon atau dipinjamkan tempat lain.

(source : football-italia.net)

Jumat, 22 Mei 2015

Angelo Di Livio: Legenda Juventus yang Menjadi Pahlawan Fiorentina




Musim 2001/02 berakhir pahit untuk A.C.Fiorentina. Tim asal kota Firenze ini berada di posisi 17 klasemen akhir Serie A, dan otomatis harus turun ke Serie B di musim berikutnya. Perginya Francesco Toldo ke Inter Milan dan Rui Costa ke AC Milan di awal musim ternyata membuat La Viola tidak mampu bersaing kala itu.

Tetapi itu bukan satu-satunya bencana yang dialami Fiorentina. Di musim panas 2002, kesebelasan dengan warna kebanggaan ungu ini pun pernah dinyatakan bangkrut. Fiorentina harus turun ke Serie C2 dan memulai musim dengan nama baru, Florentia Viola.

Semua pemain yang membela Fiorentina di musim 2001/02 berstatus free agent, dengan kata lain pemain bebas hijrah ke kesebelasan lain.

Bermain di Serie C2 tentu merupakan mimpi buruk bagi pemain-pemain yang sebelumnya berlaga di Serie A, dan benar saja, semua pemain akhirnya pergi meninggalkan Fiorentina. Kecuali satu pemain, Angelo Di Livio.

Soldatino (pejuang kecil) julukan Di Livio, yang meraih gelar Liga Champions bersama Juventus 6 tahun sebelumnya, dengan setia menemani La Viola mengarungi kasta ke empat liga italia. Memang kala itu ia sudah berusia 36 tahun, namun bukan berarti tidak ada tawaran untuk Di Livio waktu itu. Franco Baresi yang saat itu menjadi direktur olahraga di Fulham, berusaha memboyong Di Livio ke Inggris.
feature image



Tetapi Di Livio menolak, “Saya memutuskan bertahan di sini untuk membantu Fiorentina kembali ke Serie A.” tegasnya.



Legenda Bianconeri

Di Livio memulai karirnya di klub kota kelahirannya, AS Roma. Tetapi selama semusim membela kesebelasan ibukota, Di Livio tidak mendapat kesempatan bermain sama sekali. Namanya baru benar-benar berkibar saat Di Livio membela Juventus pada musim 1993 hingga 1999.

Bersama La Vecchia Signora, Di Livio meraih total 9 gelar, termasuk Liga Champions 1996, UEFA Super Cup 1996, serta Intercontinental Cup di tahun yang sama. Di Livio yang berposisi sebagai gelandang bertahan menjadi salah satu komponen penting lini tengah Juve di era 90an.

Ketika Juventus Stadium diresmikan 8 September 2011, nama Di Livio masuk sebagai 50 legenda Juventus sepanjang masa, sejajar dengan Giampiero Boniperti, Gaetano Scirea maupun Michel Platini.

Padahal, gaya permainan Di Livio tidak semenonjol Roberto Baggio atau Zinedine Zidane, 2 playmaker hebat yang sempat bermain bersamanya di Juve, tetapi Di Livio mengimbangi itu dengan assist-assistnya serta usaha pantang menyerah di sisi kanan lini tengah Juve. Gaya bermain yang ngotot itulah alasan kenapa dia dijuluki Soldatino oleh Roberto Baggio.

Gaya bermain tersebut juga terbukti banyak disukai pelatih. Terbukti Di Livio dipanggil ke tim nasional Italia saat diasuh 4 pelatih yang berbeda, Arrigo Sacchi, Cesare Maldini, Dino Zoff dan Giovanni Trappatoni.

Di akhir musim 1998/99, Di Livio meninggalkan Juve dan kemudian bergabung dengan kesebelasan rival, Fiorentina.


Ditolak dan dipuja Fans Fiorentina

Sudah menjadi rahasia umum bila Fiorentina beserta fans nya begitu membenci Juve. Terutama saat Juve membajak pemain kesayangan mereka, Roberto Baggio, menjelang Piala Dunia 1990.
Baggio yang waktu itu menjadi andalan Fiorentina cuma berkata, “Saya dipaksa menerima transfer ini.” Seolah menyiratkan bahwa bukan dia yang ingin pindah ke Juve.

Kebencian publik Firenze terhadap Si Nyonya Tua sudah begitu mendarah daging, setiap pemain yang pindah langsung dari Juve ke Fio dipaksa untuk melakukan ritual ‘Degobbizzazione’ – simbol penyucian, penyambutan dan sumpah setia.

Hal ini berlaku juga untuk Di Livio. Setelah tampil buruk di 3 bulan pertama bersama La Viola, Di Livio ‘dipaksa’ untuk bersumpah di depan tifosi Fiorentina.

“Saat ini Juventus adalah musuh nomer satu saya, mereka membuang saya, mencampakkan saya, padahal saya memiliki perjanjian dengan Juve untuk memperpanjang kontrak, tetapi mereka mengusir saya.” ujar Di Livio saat itu.

Pada akhirnya, Di Livio akhirnya membuktikan bahwa dia memang benar-benar loyal pada La Viola. Di saat pemain lain pergi meninggalkan Fiorentina yang terpuruk, Di Livio yang saat itu memangku jabatan kapten memilih untuk tenggelam bersama ‘kapalnya’.

Semusim setelah bermain di serie C2, Florentia Viola berhasil naik ke Serie B. Di Livio yang waktu itu sudah berusia 37 tahun mengungkapkan keinginan terakhirnya sebelum pensiun, “Bermain kembali di serie a dengan jersey ini (Fiorentina) meskipun hanya satu pertandingan, akan menjadi cara yang hebat untuk mengakhiri karir saya.”

Di Livio mengakhiri karir sepakbolanya di akhir musim 2004/2005. Tepat seperti yang diinginkan, Di Livio mengakhiri karir dengan kostum Fiorentina di Serie A. Dan bukan cuma 1 pertandingan, dia melakoni 12 pertandingan di musim tersebut dan berhasil membawa Fiorentina bertahan di Serie A.

Kesetiaannya menjadi panutan bagi setiap pemain. Simak pernyataan mantan pemain Fiorentina, Lorenzo Amoruso, tentang Di Livio, “Di Livio adalah legenda yang sebenarnya karena pengorbanan yang dia berikan untuk Fiorentina. Ketika Fiorentina terdegradasi Di Livio merelakan gajinya dipotong dan karena itulah hingga saat ini para fans menganggapnya sebagai pahlawan.”
Di Livio, karir sepakbolanya memang membuatnya menjadi legenda di Juventus, tapi kesetiaan membuatnya jadi pahlawan di Fiorentina.

source: PanditFootball.com

Selasa, 23 September 2014

Stadion baru Fiorentina

ground.jpg

firenzeviola ~ Walikota Firenze Dario Nardella telah mengungkapkan rencana awal kepada Fiorentina untuk membangun stadion yang berkapasitas 40.000 tempat duduk dengan biaya lebih dari €300M.

La Viola, pertama kali mengumumkan rencana tersebut untuk membangun stadion baru yaitu pada tahun 2012, setelah bernegosiasi secara intensif dengan pejabat kota mengenai mengambil alih sebagian atau seluruh wilayah Mercafir, dimana saat ini di tempat itu merupakan pusat/pasar buah dan sayuran pasar terbesar di Firenze.

Hari ini, dalam pertemuan dengan pejabat kota lain juga untuk membahas tentang rencana klub, walikota telah mengungkapkan beberapa hal yg khusus ke Serie A  mengenai persoalan ini.

"Pembangunan stadion baru menyilang atau berlawanan  dengan kehidupan publik kota, jelas Nardella dalam kutipannya di situs ilsitodifirenze.it.

"Kita tahu bahwa saat ini satu-satunya sumber pendapatan dari sebuah klub sepak bola hanya dari hak siar televisi."

"Saya berpikir bahwa Italia harus mencontoh seperti kota-kota Eropa lainnya, dengan fasilitas yang modern dan dapat menjadi sumber pendapatan yg besar untuk klub sepak bola nya, sehingga mereka tidak terikat hanya pada pendapatan dari hak siar televisi saja."

"Fiorentina telah meminta bagian selatan dan utara dari seluruh wilayah Mercafir," lanjut walikota, dalam penjelasannya  bahwa hal ini dapat mempengaruhi rencana awal untuk membangun pasar baru kota di utara daerah itu.

"Stadion ini diperkirakan akan dapat menampung 40.000 penonton dan seluruhnya akan tertutup. La Viola sedang mempelajari investasi € 305.8m yang dapat menjamin ribuan pekerjaan.

"Kami memiliki waktu dan kesempatan jangan sampai hal ini  terlewatkan. Dengan kata lain Firenze dapat mengirimkan pesan ke seluruh penjuru Italia"

Jumat, 19 September 2014

Montella : Fiorentina ingin Juara Liga Europa

Vincenzo Montella mengatakan serius mengarungi laga nya yang ke 100 sebagai pelatih Fiorentina saat menjamu Guingamp di Liga Europa.

Fiorentina sedang tertahan diawal musim Serie A, baru mendapatkan satu poin dari dua pertandingan dan gagal mencetak satu gol pun.

La Viola akan bertindak sebagai tuan rumah dilaga pembuka Liga Europa di Artemio Franchi dinihari nanti.

"Ini merupakan awal dari Liga Europa dan kami serius akan kometisi ini." kata Montella dalam konfrensi persnya.

"Guigamp merupakan tim muda yang penuh semangat, sehingga akan menjadi sulit, tapi kami harus bermain layaknya Fiorentina. Jika kami menciptakan sejumlah peluang seperti yang kami lakukan melawan Genoa pada hari Minggu, maka saya akan senang."

"Guigamp berasal dari sebuah kota kecil, tapi di Italia kita memiliki klub seperti Chievo dan Empoli yang telah melakukan dengan baik. Kekuatan skuat tidak tergantung pada jumlah penduduk."

Laga ini akan menjadi pertandingan resmi ke 100 Montella bersama Fiorentina.

"Ini merupakan prestasi yang bagus dan berarti kami bermain banyak pertandingan dalam waktu singkat. Kami ingin melangkah jauh di Liga Europa dan saya katakan atas nama pemain dan klub. Kami ingin mengenalkan citra positif diluar negri."

"Bisakan kami mencapai Final ? Kami harus memberikan yang terbaik untuk melangkah sejauh mungkin. Kami memiliki skuat yang kompetitif untuk bermain baik di Italia dan Eropa, tapi pertama-tama kami harus menang besok."

Mulai tahun ini pemenang Liga Europa akan diberikan tempat di Liga Champion.

"Itu merupakan motivasi ekstra dan itu penting. Bahkan mungkin kami finis diperingkat enam Serie A dan tetap lolos Liga Champions."

Giuseppe Rossi cidera dan Juan Cuadrado butuh waktu untuk kembali kebentuk permainannya setelah Piala Dunia dan Mario Gomez membuang banyak peluang.

"Untuk mencetak gol, Gomez harus bermain... tapi saya akan putuskan besok (hari ini) apakah dia akan menjadi starter, karena kami akan menjalani kompetisi panjang dari pertandingan penting yang akan datang."

"Biasanya saya tidak ingi mengubah susunan pemain saya, tapi akan ada beberapa perubahan dibandingakan hari minggu. Kami bermain baik melawan Genoa pada akhir pekan, tapi hanya kurang dalam hal penyelesaian peluang. Itu sesuatu yang telah membuat kami kesulitan diakhir musim kemaren."

(source : football-italia.net)

Kamis, 18 September 2014

Gathering Nasional Viola Wujud Eksistensi Fans Fiorentina Indonesia

TRIBUNNEWS.COM - Komunitas pendukung klub Fiorentina yang tergabung dalam Viola Club Indonesia (VCI) sukses menyelenggarakan kegiatan Gathering Nasional "Gathnas" ke-3 di Kaliurang, Yogyakarta pada 6 -7 September 2014 lalu. Gathering Nasional ini merupakan kegiatan terbesar Viola Club Indonesia yang melibatkan seluruh tifosi Fiorentina di Indonesia dan terutama tuan rumah VCI Regional Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan mengusung tema One Club, One Taste, One Soul, Fiorentina!, Gathnas VCI dihadiri 52 peserta dari berbagai daerah antara lain Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Semarang, Solo Raya, Yogyakarta, Surabaya, Kediri, Bali, dan Medan.
VCI memperkuat soliditas anggota lewat pertemuan ini. VCI juga ingin menunjukkan eksistensinya kepada pendukung Fiorentina dan kepada fans klub lainnya.
Bertempat di Graha Kinasih, Kaliurang, Yogyakarta, tersebut, Viola Club Indonesia sekaligus melakukan pergantian kepengurusan periode 2008-2014 ke kepengurusan baru yakni, periode 2014-2018. Presiden VCI periode 2008-2014, Putra Yanda, digantikan Yosse Agnes periode 2014-2018.
Gathnas juga membentuk Sub-Regional baru yang sesuai AD/ART. Gathering berikutnya digelar di Bali tahun 2016.
Viola Club Indonesia berdiri 1 Juni 2008 dengan nama Fiorentina Fans Club Indonesia (FFCI). Tahun 2010, FFCI berubah menjadi Viola Club Indonesia (VCI) sesuai keanggotaan ACCVC. ACCVC merupakan asosiasi resmi fans Fiorentina yang menaungi Viola Club di seluruh dunia.