Jumat, 12 Agustus 2011

Apa Kabar Batigol??



Florence - Masih ingat dengan Gabriel Batistuta? Lama tak terdengar kabarnya, mantan penyerang subur berjuluk Batigol itu dikabarkan bermasalah dengan kesehatan sampai sulit berjalan. Benarkah?

Semenjak meninggalkan kompetisi Seri A pada tahun 2003 lalu untuk bergabung dengan klub Qatar Al Arabi, nama Batistuta nyaris tenggelam oleh hingar-bingar aksi para bintang muda sepakbola lainnya.

Boleh jadi juga tak banyak yang ngeh kalau mantan pemain pujaan di Fiorentina itu akhirnya resmi mengakhiri karir bermainnya saat berkecimpung di Qatar pada tahun 2005.

Pasca pensiun, sosok Batistuta kian jarang terdengar. Apalagi mantan punggawa timnas Argentina itu juga tak lagi banyak beraktivitas di dunia yang membesarkan namanya: sepakbola. Batistuta justru beralih ke olahraga polo pada tahun 2009 lalu.

Belakangan malah tersiar kabar kalau Batistuta, yang kini berusia 42 tahun, mengalami gangguan kesehatan. Akibat masalah lutut, ia konon sampai kesulitan berjalan.

Akan tetapi, Batistuta kali ini langsung bereaksi. Tak mau orang-orang merisaukan kondisinya, ia pun membeberkan kalau dirinya masih cukup bugar bahkan untuk berolahraga, kendati bukan sepakbola.

"Aku tahu apa yang dibicarakan orang di Italia, tapi aku baik-baik saja. Banyak orang yang mengkhawatirkan kesehatanku, tapi aku baik-baik saja. Orang-orang yang bertemu denganku di Florence sebulan lalu bisa membenarkan itu," jelasnya kepada Il Giornale della Toscana yang dikutip Football Italia.

"Aku bisa berjalan tanpa masalah dan bahkan bermain golf dengan pelatih Italia Cesare Prandelli. Lututku tidak pernah bermasalah, kendati aku memiliki kesulitan dengan pergelangan kaki. Aku tak lagi bermain sepakbola, tapi aku berjalan, berlari dan menikmati bermain polo dan golf," beber Batistuta.

Batistuta memulai karir sepakbola profesional bersama Newell's Old Boys pada tahun 1988. Namanya mulai menjulang saat membela Fiorentina pada kurun waktu 1991-2000. Di sini pula ia menjadi pujaan fans setempat dan dijuluki Batigol akibat kepiawaiannya menjebol gawang lawan.

Tak kunjung meraih gelar bergengsi seperti Seri A atau Liga Champions, Batistuta lantas meninggalkan Fiorentina dan hijrah ke AS Roma. Di musim pertamanya bersama Giallorossi, Batistuta langsung meraih Scudetto.

Seiring dengan bertambahnya usia, karir Batistuta perlahan meredup. Sempat dipinjamkan Roma ke Inter Milan pada tahun 2003, ia akhirnya meninggalkan Italia di tahun yang sama.


Senin, 18 Juli 2011

Kisah Frey di La Viola Berakhir ???

Karir penjaga gawang asal Prancis Sebastian Frey bersama Fiorentina mendekati akhir setelah pelatih Sinisa Mihajlovic lebih mempercayai Artur Boruc atau Neto sebegai kiper utama.


Frey sedang berjuang untuk mengembalikan bentuk penampilan terbaiknya. Mantan pemain Inter Milan itu mengalami cedera parah musim lalu sehingga cuma main 11 kali saja.

Pemain berusia 31 tahun itu sebenarnya masih betah membela Fiorentina yang sudah diperkuatnya sejak tahun 2005. Namun Frey tampaknya harus segera mencari klub baru karena tak masuk perencanaan Mihajlovic musim depan.

"Pilihan utama kami antara Boruc atau Neto," ujar Mihajlovic dalam keterangan resminya.

Kemungkinan Frey akan bergabung dengan Genoa atau Palermo yang memang membutuhkan kehadiran penjaga gawang baru.

Sabtu, 05 Juni 2010

Surat Cesare Prandelli kepada Pendukung Fiorentina



Mantan Pelatih Fiorentina, Cesare Prandelli, menyampaikan surat terbuka kepada pendukung klub itu. Ia berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan mereka selama ia menangani "La Viola".

Prandelli melatih Fiorentina pada periode 2005-2010. Ia baru saja mundur dari jabatan pelatih Fiorentina menyusul pengangkatannya sebagai manajer tim nasional (timnas) Italia, menggantikan Marcello Lippi, seusai Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Dan posisi pelatih di Fiorentina akan digantikan oleh Sinisa Mihajlovic.



Prandelli menyampaikan terima kasih kepada semua pihak di Fiorentina yang telah memberikan dukungan kepadanya selama ini. 

"Untuk mereka yang telah menangis atas sebuah penalti yang salah (di Muenchen), atau merayakan kebahagiaan sewaktu di Anfield, yang telah percaya pada saya dan yang mendapatkan kegembiraan saat menyaksikan kibaran bendera ungu dari sebuah jendela" tulis Prandelli. 

"....yang mungkin berpikir bahwa saya melakukan kesalahan, saya berharap semoga masih bisa menjadi seorang yang baik di hati Anda semua..."

"Untuk semua publik Florence, dengan melakonliknya, keanggunannya serta kemurahan hatinya, saya hanya ingin mengatakan dua hal: Terima kasih dan saya akan selalu membawa Anda semua di hati saya. Cesare"

Jumat, 04 Juni 2010

Fiorentina Tunjuk Sinisa Mihajlovic sebagai Pengganti Cesare Prandelli


Pengganti Cesare Prandelli akhirnya diumumkan juga oleh pihak Fiorentina.

Fiorentina memutuskan memakai jasa Sinisa Mihajlovic sebagai pelatih baru. Pelatih asal Serbia ini hadir untuk menggantikan posisi Cesare Prandelli yang akan mengemban tugas baru sebagai pelatih tim nasional Italia. 
Kepastian dari Fiorentina ini sekaligus juga menampik rumor yang sempat mengaitkan mantan pelatih Catania tersebut dengan Inter Milan. 
Dalam pernyataan yang tertulis dalam laman resmi klub disampaikan,"Fiorentina mengumumkan bahwa kehadiran resmi dari Sinisa Mihajlovic akan digelar besok pukul 12.00 waktu setempat."
"Pelatih baru ini akan bertemu dengan petinggi klub besok pagi dan akan dipaparkan dalam sebuah jumpa wartawan di Stadio Artemio Franchi."
Belum disebutkan seberapa lama kontrak Mihajlovic di Fiorentina. Klub tersebut hanya mengumumkan secara resmi kerja sama itu dan segera memperkenalkannya kepada publik.


Mihajlovic bukan tokoh asing dalam Liga Serie-A. Bahkan, kariernya di sepak bola Italia cukup lama. Dia pernah membela AS Roma, Sampdoria, Lazio, dan Inter Milan.
Mihajlovic mengawali karier pelatih di Bologna. Setelah itu, dia menangani Catania. Namun, kontraknya tak diperpanjang. Fiorentina baru saja kehilangan pelatih kebanggaan mereka Cesare Prandelli yang ditunjuk sebagai Pelatih Timnas Italia menggantikan Marcello Lippi selepas Piala Dunia 2010.
sumber: Goal.Com

Kamis, 27 Mei 2010

Fiorentina Pasrah jika Prandelli jadi Pelatih Timnas Italia


Media Italia melaporkan negosiasi yang berlangsung antara Fiorentina dengan asosiasi sepakbola Italia (FIGC) sudah dilakukan secara resmi dan hanya tinggal menunggu waktu sebelum Cesare Prandelli diumumkan sebagai suksesor Marcelo Lippi.

Tetapi berita tersebut dibantah oleh Wakil Presiden Fiorentina Mario Cognini. Menurutnya belum ada kontak apapun dengan pihak FIGC.

"Prandelli maupun kami belum melakukan kontak dengan FIGC. Jika panggilan itu datang, kami akan berusaha untuk berpikir secara jernih dan tidak akan menghentikan niat mereka," kata Wakil Presiden Fiorentina Mario Cognini.

"Kami memang ingin mempertahankannya dan tidak akan pernah melepaskannya ke klub lain, tetapi FIGC bukanlah rival kami. Merupakan sebuah mimpi dapat menjadi pelatih timnas Italia. Sebuah tantangan besar bagi Prandelli."

Meskipun Prandelli nantinya menjadi Pelatih Italia, Cognini mengatakan bahwa perpisahannya dengan klub tidak akan berlangsung selamanya. Cognini menegaskan bahwa akan selalu ada tempat bagi Prandelli di Fiorentina.

"Kami akan menunggunya di Artemio Franchi, akan selalu ada tempat baginya disini. Saya telah mengatakan padanya jika menjadi pelatih Italia, ia harus banyak memanggil pemain-pemain Fiorentina."

"Ini bukanlah salam perpisahan untuk Prandelli, tetapi sampai jumpa kembali. Saya harap ia akan mampu memenangkan Piala Dunia bersama Italia, kemudian kembali pada kami setelah 4 tahun dan mewujudkan mimpi meraih trofi bersama Fiorentina." 

Kamis, 18 Februari 2010

Fiorentina Kalah dari Bayern Muenchen di Allianz, karena Gol Kontroversial

Bayern Munich memetik kemenangan 2-1 saat menjamu Fiorentina di leg I babak 16 besar Liga Champions. Sempat dibuat kesulitan, gol penentu kemenangan FC Hollywood berbau kontroversi.
 
Di Allianz Arena, Kamis (18/2/2010) dinihari WIB, Bayern lebih dulu memimpin lewat tendangan penalti Arjen Robben di masa injury time babak pertama. Per Kroldrup menyamakan kedudukan menjadi 1-1 saat paruh kedua baru berjalan lima menit.
 
La Viola dipaksa bermain dengan 10 orang sejak menit 73 menyusul diusirnya Massimo Gobbi. Kondisi tersebut mampu dimanfaatkan tuan rumah untuk menambah gol melalui Miroslave Klose di menit 89, meski gol tersebut berbau kontroversi lantaran Klose berada dalam posisi offside sekitar satu meter.
 
Kemenangan 2-1 masih terhitung riskan buat Bayern mengingat mereka akan menjalani pertandingan leg kedua di kandang Fiorentina dua pekan berselang. Franck Ribery dkk minimal harus bermain imbang demi mengamankan tiket ke babak delapan besar.
 
Sementara buat Fiorentina, kekalahan 2-1 tak menutup peluang mereka untuk lolos ke babak selanjutnya. Di kandang sendiri, skuad besutan Cesare Prandelli cuma butuh kemenangan 1-0 untuk bisa mencetak sejarah lolos ke babak perempatfinal.
 
Jalannya pertandingan
Berusaha mencuri gol di awal laga, Bayern langsung menggebrak sejak kickoff. Namun tembakan pertama ke arah gawang Fiorentina baru tercipta di menit 13, saat tendangan Mario Gomez dari sudut sempit memaksa Frey jatuh bangun menghalaunya.
 
Tiga menit berselang gantian gawang Bayern yang terancam. memanfaatkan buruknya barisan belakang FC Hollywood, Alberto Gilardino nyaris membuka keunggulan La Viola. Tapi di saat krusial bikin gol dia malah terjatuh dan cuma menghasilkan tendangan sudut.
 
Dimotori Marco Marchionni, Fiorentina mampu memberi perlawanan sengit pada tuan rumah. Namun kembali peluang yang diciptakan terbuang percuma lantaran crossing Juan Vargas gagal disentuh Cesare Natali di tiang jauh, padahal dia cuma butuh memantulkan bola yang luput dibuang Hans-Joerg Butt.
 
Franck Ribery menguji Frey dengan sepakan kerasnya di menit 23, meski luput dari sasaran. Sementara bola cungkil Robben pada Thomas Mueller juga gagal berujung gol, sang striker kesulitan mengontrol bola di muka kotak penalti karena dikepung beberapa pemain Fiorentina.
 
Di masa injury time Gomez akhirnya menjebol gawang Fiorentina melalui sebuah skema serangan balik. Tapi gol itu dibatalkan wasit karena menganggap telah lebih dulu terjadi pelanggaran di kotak terlarang dengan Ribery jadi korbannya. Hadiah penalti buat Bayern.
 
Sontekan Robben, yang maju sebagai eksekutor, ke arah kanan gagal dibaca oleh Frey. Bayern unggul 1-0 jelang turun minum.
 
Memasuki babak kedua Bayern dapat kejutan tak menyenangkan karena gawangnya kebobolan. Bola lambung hasil tendangan sudut mengarah ke tiang jauh dan dibelaokkan ke dalam gawang oleh Per Kroldrup. Fiorentina 1 Bayern 1.
 
Dalam posisi sama kuat, Bayern semakin menggencarkan serangan. Dengan kecepatan dan penguasaan bola yang sangat baik, Robben beberapa kali membuat barisan pertahanan 'Si Ungu' porak poranda. Namun mantan pemain Real madrid dan Chelsea itu juga tak mampu menutaskan sebuah peluang bersih saat sepakan kerasnya dalam posisi tanpa kawalan melenceng jauh dari sasaran.
 
Berupaya meredam tekanan Bayern, Fiorentina justru kehilangan satu pemainnya. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah pada Massimo Gobbi menyusul pelanggaran yang dia lakukan pada Robben.
 
Gobbi memang terlihat menyikut Robben yang tengah berusaha mengejar bola, namun dalam tayangan lambat terlihat kalau benturan yang terjadi antara kedua pemain tak terlalu keras.
 
Cuma diperkuat 10 pemain, Fiorentina tak bisa berbuat banyak selain berkumpul di daerah pertahanannya sendiri. Namun ketatanya barisan belakang La Viola membuat tuan rumah frustrasi karena gol yang dicari-cari tak kunjung datang.
 
Setelah menciptakan setidaknya tiga peluang emas, gol yang ditunggu akhirnya datang tepat satu menit sebelum bubaran. Namun gol kedua Bayern ini dapat protes keras dari kubu Fiorentina karena Klose, sang pencetaknya, berada dalam posisi offside.
 
Klose menggelorakan publik Allianz Arena melalui tandukan kepalanya, menyongsong umpan yang dilepaskan Ivica Olic, juga dengan kepala. Hakim garis dan wasit mengesahkan gol tersebut meski Klose terlihat jelas berdiri dalam posisi offside dengan jarak sekitar satu meter di belakang pemain terakhir Fiorentina.
 
Susunan Pemain
Bayern Munich: Butt; Lahm, Van Buyten (Contento 46), Demichelis, Badstuber; Robben, Van Bommel, Schweinsteiger, Ribery; Gomez (Klose 65), Muller (Olic 65)
 
Fiorentina: Frey; De Silvestri, Kroldrup, Natali (Pasqual 85), Gobbi; Montolivo (Donadel 83), Bolatti; Marchionni, Jovetic (Felipe 75), Vargas; Gilardino(din/key)
 

Senin, 16 Februari 2009

Meski Diteror Koin dan Tertinggal 0-3 dari Genoa, Fiorentina Mampu Samakan Kedudukan 3-3

Pertandingan seru antara Genoa kontra Fiorentina, harus dinodai dengan tindakan tidak suportif dari pendukung tuan rumah.

Seperti dilansir yahoosport, pemain La Viola mengaku dilempari koin dan benda asing lain oleh pendukung Genoa, Minggu 15 Februari 2009 (Senin WIB).
Tensi pertandingan memang panas mengingat kubu tamu berhasil mengejar ketertinggalan tiga gol di babak kedua.

Genoa yang sudah unggul 3-0, harus pasrah dengan hasil imbang 3-3 setelah Adrian Mutu menciptakan hattrick. Gol diciptakan Mutu di menit 60 (penalti),'80 dan '93.
Gol-gol ini membuat fans yang memenuhi Stadion Luigi Ferraris, marah. Selepas pertandingan, Cesare Prandelli juga nyaris tak bisa mencapai ruang jumpa pers karena alasan keamanan.

Pelatih Fiorentina itu akhirnya bisa masuk ruang press-con melalui kawalan ketat barisan polisi. Beruntung hingga kedua tim meninggalkan lapangan, tak ada satu pun laporan korban jiwa.
Pertandingan ini berjalan panas mengingat posisi kedua tim yang saling tumpang tindih di klasemen. La Viola duduk di peringkat empat dengan selisih satu poin oleh Genoa di peringkat lima.
Angka penuh tentu jadi impian Diego Milito cs agar bisa mengamankan posisi lolos ke Liga Champions. Sayangnya, keunggulan 3-0 hasil gol Thiago Motta (12’), Raffaele Palladino (38’) dan Milito (57') buyar di menit-menit akhir.

Hasil imbang membuat posisi kedua tim tidak berubah di klasemen sementara. La viola mengumpulkan 42 poin, sedangkan Genoa hanya 41. Sedangkan untuk kasus pelemparan, masih belum jelas apakah akan diadakan penyeledikan oleh pihak berwenang.