What...?? Magnificent Last Game...!!!
Viola 3 x 0 Brescia.... (Thanks Miccoli, Jorgensen & Rigano)
Viola Salvezza... Fiorentina bertahan di Serie A. Dengan kemenangan ini Fiorentina bertahan di Serie A tanpa harus melalui Play - Off karena saingan Viola di Zona Degradasi yakni Parma, tertahan 3 - 3 oleh Lecce. Nilai Fiorentina dan Parma sama namun Viola unggul selisih gol sehingga menempati posisi 17 dan Parma posisi 18 klasemen.
Minggu, 29 Mei 2005
Senin, 19 Juli 2004
Persiapan Serie A, FIORENTINA telah Merekrut Lima Pemain Baru
Fiorentina terus memperkuat pasukannya. Sampai dengan hari kemarin (18/07) Klub telah mengumumkan lima pemain barunya. Pada hari Minggu Viola mengumumkan kedatangan Nakata. Sehari sebelumnya Fiorentina memastikan merekrut gelandang internasional Nigeria, Christian Obodo. Ia ditarik dari Perugia setelah klub tersebut terlempar ke Seri B musim depan, yang ironisnya terjadi setelah bertarung melawan Fiorentina di babak playoff. Obodo, 20, disebut-sebut sebagai gelandang muda paling menjanjikan di Italia. Ia sudah bermain 61 kali di pentas liga dan pernah diincar klub elit Lazio. Status Obodo kini adalah milik bersama Fiorentina dan Perugia yang masing-masing memegang 50 persen hak kepemilikannya.
Minggu, 18 Juli 2004
Hidetoshi Nakata Bergabung dengan FIORENTINA
Seiring dengan promosi Fiorentina, Klub Firenze ini akan terus berupaya memperkuat pasukannya. Kali ini Fiorentina memastikan bintang Jepang Hidetoshi Nakata masih akan beredar di kompetisi Seri A musim depan. Gelandang berusia 27 tahun itu dikontrak Viola selama 3 tahun meski tidak disebutkan berapa nilai transfer dan kontraknya dari Parma.
Gialloblu Parma memang tak lagi menghendaki Nakata karena gajinya amat tinggi, sementara klub tersebut tengah menghadapi krisis keuangan. Itu sebabnya pemain kelahiran 22 Januari 1977 itu dipinjamkan ke Bologna sejak Januari lalu hingga kompetisi musim 2003/2004 kelar. Fiorentina menjadi klub Italia kelima Nakata sejak direkrut Perugia pada tahun 1998. Klub keduanya adalah AS Roma.
Senin, 21 Juni 2004
Ale Viola...!!! Welcome Back to Serie A...!!!
Seperti sebuah dongeng, setelah 2 tahun absen dari kompetisi papan atas Italia, Fiorentina kembali ke ajang Liga Seri-A setelah bermain seri 1-1 dengan Perugia, Senin WIB. Hebatnya lagi Fiorentina bermain dengan 10 orang sejak menit ke 58 setelah Enrico Fantini di-espulso wasit Rosetti.
Dengan hasil seri ini, Fiorentina unggul agregat 2-1 setelah menang 1-0 dalam pertandingan pertama. Keberhasilan Fiorentina ini disaksikan 30 ribu penonton yang memadati stadion Franchi, termasuk legenda mereka asal Argentina, Gabriel Batistuta.
Fiorentina unggul lebih dulu pada menit 47 melalui striker Enrico Fantini. Namun Perugia menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui pemain asal Brazil, Guilherme do Prado di menit 82.
Klub yang terkenal dengan seragam berwarna ungu ini sempat terperosok di Liga Seri C2 atau Divisi empat setelah dinyatakan bangkrut, dua tahun lalu. Namun dalam waktu singkat mereka mampu membangun kembali kekuatan untuk bermain di tingkat tertinggi sepakbola Italia.
Keberhasilan ini sangat berarti buat pemain veteran Angelo di Livio. Pemain berusia 37 tahun ini dua tahun lalu memutuskan tetap bersama Fiorentina. "Saya tidak akan meninggalkan kota ini," kata Di Livio yang pernah memperkuat Italia di Piala Dunia.
Ini adalah comeback yang sangat cepat untuk Viola, yang terdegradasi pada tahun 2002 dan dinyatakan juga pailit pada tahun tersebut. Pengusaha Diego Della Valle dan saudaranya Andrea Della Valle menciptakan sebuah klub baru yang disebut Florentia Viola yang bermain dari Serie C2. Namun akhirnya pada Mei 2003 Della Valle bersaudara membeli kembali nama Fiorentina beserta hal-hal yang terkait dengan sejarahnya.
Pada musim 2002/2003 Viola menjadi juara Seri C2, dan pada Tahun 2003 mendapat kejutan spesial dari FIGC dengan mempromosikannya ke Serie B (2 tingkat lebih tinggi dari Serie C2) karena nama besarnya . Di Serie B 2003/2004 Viola memastikan diri di posisi enam klasemen Serie B. Dengan posisi ini mereka berhak berhadapan dengan posisi 15 Liga Seri-A, Perugia dalam babak playoff promosi ke Serie A.
Sekilas Jalannya PertandinganStadion Artemio Franchi menjadi lautan ungu saat leg kedua promosi ini play-off digelar. Tiket terjual habis, dan bahkan pada pertandingan ini juga turut hadir legenda Viola Gabriel Batistuta untuk menonton play off ini.
Perugia membutuhkan kemenangan untuk tetap bertahan di Serie dan mereka memasang striker veteran Fabrizio Ravanelli dan Marcelo Zalayeta meskipun sempat cedera ringan sebelum pertandingan.
Fiorentina sendiri tanpa diperkuat bintang andalan mereka, striker Christian Rigano - yang belum pulih dari cedera paha- serta tidak diperkuat Zisis Vryzas. Enrico Fantini pun dipasang sejak menit pertama dan diharapkan mencetak gol setelah ia juga mencetak gol kemenangan di Stadion Renato Curi.
Perugia hampir saja memerik keuntungan dari spesialisasi Ze Maria dalam set-piece, ketika memanfaatkan kesalahan William Viali namun dapat diselamatkan oleh kiper Viola, Cejas.
Fiorentina di babak pertama bermain tidak baik dan hanya memperoleh satu peluang di babak pertama saat Zeljko Kalac hampir saja kebobolan atas tendangan crossing Luca Ariatti.
Kebuntuan akhirnya pecah pada awal babak kedua, Fiorentina memimpin 1-0 lewat Enrico Fantini melalui sundulannya. Proses gol diarsiteki Christian Maggio yang melewati 2 bek Christian Manfredini dan Fabiano dan kemudian mengirimkan umpan silang yang diselesaikan dengan baik oleh Fantini dengan headingnya.
Perugia dalam tekanan. Perugia memerlukan untuk mencetak dua gol sekarang untuk menghindari degradasi, sehingga Franco Brienza dimasukkan untuk menggantikan bek Christian Manfredini. Hal ini dilakukan Perugian untuk memperkuat serangan. Pergantian pemain ini cukup efektif.
Pada menit 58 publik Firenze cemas setelah striker mereka Enrico Fantini harus diusir wasit karena menerima kartu kuning kedua. Fantini melakukan tackling keras kepada Brienza setelah kehilangan bola.
Tensi juga memanas saat The Grifoni meminta hadiah penalti kepada wasit karena menganggap Viali melakukan pelanggaran kepada Fabrizio Ravanelli saat Ze Maria mengumpan tendangan bebas ke dalam kotak penalti. Si "Rambut Putih" mengklaim ia harusnya dihadiahi penalti karena menganggap Viali melakukan pelanggaran. Namun wasit tetap tegas tidak memberi penalti.
Pemain Inggris Jay Bothroyd masuk menggantikan Ravanelli pada menit-menit akhir pertandingan. Dan akhirnya Perugia dapat mencetak gol melalui Guilherme do Prado pada saat pertandingan tersisa 8 menit. Gol ini sempat memberi harapan Perugia untuk mencetak gol lagi. Namun sampai waktu pertandingan berakhir kedudukan tetap bertahan 1-1.
Dengan hasil ini Fiorentina berhasil promosi ke Serie A sedangkan Perugia harus degradasi ke Serie B.
Fiorentina 1-1 Perugia (2-1 on agg)
Pencetak Gol: Fantini 47 (F), Do Prado 82 (P)
Fiorentina:
Cejas; Maggio, Delli Carri, Viali, Savini; Ariatti, Scaglia (T Manfredini 51), Piangerelli (Di Livio 89), Fontana, Camorani (Graffiedi 61); Fantini
Perugia: Kalac; Coly, Di Loreto, Fresi (Do Prado 67), Fabiano; Ze Maria, Obodo, C Manfredini (Brienza 49), Di Francesco; Zalayeta, Ravanelli (Bothroyd 74)
Wasit: Rosetti
Kartu Merah: Fantini 58 (F)
Sekilas Jalannya PertandinganStadion Artemio Franchi menjadi lautan ungu saat leg kedua promosi ini play-off digelar. Tiket terjual habis, dan bahkan pada pertandingan ini juga turut hadir legenda Viola Gabriel Batistuta untuk menonton play off ini.
Perugia membutuhkan kemenangan untuk tetap bertahan di Serie dan mereka memasang striker veteran Fabrizio Ravanelli dan Marcelo Zalayeta meskipun sempat cedera ringan sebelum pertandingan.
Fiorentina sendiri tanpa diperkuat bintang andalan mereka, striker Christian Rigano - yang belum pulih dari cedera paha- serta tidak diperkuat Zisis Vryzas. Enrico Fantini pun dipasang sejak menit pertama dan diharapkan mencetak gol setelah ia juga mencetak gol kemenangan di Stadion Renato Curi.
Perugia hampir saja memerik keuntungan dari spesialisasi Ze Maria dalam set-piece, ketika memanfaatkan kesalahan William Viali namun dapat diselamatkan oleh kiper Viola, Cejas.
Fiorentina di babak pertama bermain tidak baik dan hanya memperoleh satu peluang di babak pertama saat Zeljko Kalac hampir saja kebobolan atas tendangan crossing Luca Ariatti.
Kebuntuan akhirnya pecah pada awal babak kedua, Fiorentina memimpin 1-0 lewat Enrico Fantini melalui sundulannya. Proses gol diarsiteki Christian Maggio yang melewati 2 bek Christian Manfredini dan Fabiano dan kemudian mengirimkan umpan silang yang diselesaikan dengan baik oleh Fantini dengan headingnya.
Perugia dalam tekanan. Perugia memerlukan untuk mencetak dua gol sekarang untuk menghindari degradasi, sehingga Franco Brienza dimasukkan untuk menggantikan bek Christian Manfredini. Hal ini dilakukan Perugian untuk memperkuat serangan. Pergantian pemain ini cukup efektif.
Pada menit 58 publik Firenze cemas setelah striker mereka Enrico Fantini harus diusir wasit karena menerima kartu kuning kedua. Fantini melakukan tackling keras kepada Brienza setelah kehilangan bola.
Tensi juga memanas saat The Grifoni meminta hadiah penalti kepada wasit karena menganggap Viali melakukan pelanggaran kepada Fabrizio Ravanelli saat Ze Maria mengumpan tendangan bebas ke dalam kotak penalti. Si "Rambut Putih" mengklaim ia harusnya dihadiahi penalti karena menganggap Viali melakukan pelanggaran. Namun wasit tetap tegas tidak memberi penalti.
Pemain Inggris Jay Bothroyd masuk menggantikan Ravanelli pada menit-menit akhir pertandingan. Dan akhirnya Perugia dapat mencetak gol melalui Guilherme do Prado pada saat pertandingan tersisa 8 menit. Gol ini sempat memberi harapan Perugia untuk mencetak gol lagi. Namun sampai waktu pertandingan berakhir kedudukan tetap bertahan 1-1.
Dengan hasil ini Fiorentina berhasil promosi ke Serie A sedangkan Perugia harus degradasi ke Serie B.
Fiorentina 1-1 Perugia (2-1 on agg)
Pencetak Gol: Fantini 47 (F), Do Prado 82 (P)
Fiorentina:
Cejas; Maggio, Delli Carri, Viali, Savini; Ariatti, Scaglia (T Manfredini 51), Piangerelli (Di Livio 89), Fontana, Camorani (Graffiedi 61); Fantini
Perugia: Kalac; Coly, Di Loreto, Fresi (Do Prado 67), Fabiano; Ze Maria, Obodo, C Manfredini (Brienza 49), Di Francesco; Zalayeta, Ravanelli (Bothroyd 74)
Wasit: Rosetti
Kartu Merah: Fantini 58 (F)
Kamis, 21 Agustus 2003
Della Valle: "Setelah Seri B, Kami Ingin ke Seri A"
Tegas dan jelas, Diego Della Valle dalam jumpa pers di hotel Excelsioe Firenze membicarakan topik paling hangat saat ini: FIORENTINA miliknya dimasukkan ke kompetisi seri B.
"Berita bagus - katanya memulai wawancara - kami sangat senang mendengarnya, satu hal yang tidak kami sangka, ide ini murni dari FIGC dan itu membuat saya lebih senang lagi karena berarti FIGC ingin memberikan imbalan terhadap arti penting kota ini, proyek ini dan terutama mereka ingin memberi imbalan atas martabat yang dimiliki tifosi FIORENTINA yang diperlihatkan musim lalu. Karena itu saya harus berterimakasih pada Federasi yang mau mempertimbangkan kami meskipun sama sekali tidak ada tekanan dari kami."
"Musim lalu Firenze bangkit lagi dari C2, kami menyingsingkan lengan baju, tifosi bersikap luar biasa sabar dan kami berusaha melakukan akselerasi maksimal agar bisa segera kembali ke level sepakbola tertinggi dan kami sudah melalui batu halangan pertama dengan memenangkan kompetisi C2. Jadi berita ini sangat menyenangkan bagi saya dan pasti juga bagi tifosi kami, terutama karena ada yang mengingat keberadaan kami."
"Saya yakin logika sudah mulai berjalan, saya harap kejadian ini adalah satu tiitik balik menuju sepakbola modern yang akhirnya bisa memiliki klub-klub serius dan sehat dengan datangnya orang-orang baru, contohnya pengusaha-pengusaha besar yang bisa mengikuti jejak saya sekarang."
"Menurut saya kehadiran di FIORENTINA di seri B merupakan nilai tambah bagi seri B karena kami adalah klub yang bagus, tim yang solid, selain itu kami harap bisa membawa lebih banyak perhatian ke seri B; klub-klub lain saya yakin pasti senang bisa bermain di Firenze."
"Kami tentu saja menyadari kekecewaan dari pihak-pihak yang merasa disingkirkan, di sisi lain kami juga pernah mengalami hal seperti itu, tapi saya berpendapat Firenze layak mendapat perlakuan ini."
"Kami juga menyampaikan simpati yang dalam bagi Cosenza, pada tifosinya dan jika dibutuhkan dan kami mampu, kami bersedia membantu mereka."
"Mengenai tim, saya kembali menegaskan bahwa kami ke Firenze untuk ke seri A jadi target kami tetap meraih kemenangan musim ini dan untuk itulah kolaborator saya akan bekerja mempersiapkan tim yang kompetitif di seri B. Salica, Galli dan Cavasin akan membangun tim yang tangguh yang bisa membawa kami ke seri A secepatnya, sejak tadi pagi kami membahas siapa-siapa saja yang harus dibeli untuk memperkuat tim dan kami harus bertindak secepatnya mengingat waktunya sangat sempit."
"Saya tak mau membuat polemik, itu kebijakan klub kami, karena kami ingin punya hubungan baik dengan semuanya klub seri B seperti yang kami lakukan di seri C. Di sisi lain FIORENTINA adalah sebuah klub bersejarah yang dihukum dengan tidak adil dan kota ini begitu penting sehingga bisa membawa hal-hal menguntungkan bagi semua pihak. Kami disini ingin ke seri A dan ingin segera meraihnya, kami merasa siap dan sudah punya programnya. Saya lihat banyak wartawan yang meragukan kesiapan kami. Cavasin dan Galli tahu apa yang harus dilakukan untuk tim agar bisa ke seri A. Memang, mereka kembali harus bekerja terburu-buru seperti tahun lalu tapi mereka akan berbuat yang terbaik. Kami punya kemampuan dan kami ingin membawa tim ke level tertinggi."
"Saya akan masuk jadi anggota Lega? FIORENTINA akan memilih wakil yang tepat dan profesional untuk duduk di Lega: saya tak punya waktu ataupun kompetensi untuk menduduki jabatan itu."
"Mengenai masalah tiket musiman, kolaborator saya di FIORENTINA dan presiden Salica sedang membahas langkah yang tepat, saya ingin meneegaskan bahwa kami ingin publik yang datang ke stadion merasa puas dan kami takkan membebankan anggaran klub pada tifosi. Kami punya cara lain untuk mendapatkan uang."
Della Valle juga memberikan komentar mengenai intervensi pemerintah dalam sepakbola, "Saya realistis saja, menurut saya banyak sekali yang harus dibenahi dalam sepakbola. Saya hanya bisa memberikan saran, bagi saya sepakbola harus dilihat dengan hati, bukan hanya soal bisnis, sepakbola harus memberikan kegembiraan dan nilai tambah bagi para pemuda."
Mengenai fakta semua klub seri B menentang kehadiran FIORENTINA dan mengancam tidak akan mau bertanding, pemilik viola itu mengatakan, "Kita lihat perkembangannya nanti. Saya menegaskan FIORENTINA tidak akan membawa masalah bagi seri B tapi kami datang untuk bekerja sama. Saya tidak melihat ada tudingan langsung pada FIORENTINA jadi saya tenang. Kami hanya melindungi kepentingan FIORENTINA tapi kami juga tidak ingin mengambil apapun dari orang lain."
"Saya senang tanggal 31 Agustus kompetisi segera dimulai karena rasanya lebih tepat kita mulai bermain dan membicarakan sepakbola serta pemainnya bukan soal pengadilan. Keputusan organisasi sepakbola itu juga isyarat bahwa klub-klub harus mulai memiliki kondisi keuangan yang sehat, uang masuk dan keluar harus seimbang. Dalam 3-4 tahun lalu saya yakin, akan ada kondisi lebih nyaman dalam dunia sepakbola."
"Siapa yang akan kami beli? Saya tak terlalu ikut campur. Galli dan Cavasin akan membeli pemain yang terbaik tapi tetap dengan bijaksana, mereka akan mendapatkan dukungan saya dan saya harap tahun depan Galli punya waktu lebih banyak untuk mempersiapkan tim di seri A. Target kami tak berubah: ke seri A jadi kami harus memenangkan seri B."
Manajemen klub seperti apa yang menjadi inspirasi? "Menurut saya manajemen FIORENTINA sekarang, sebuah klub dengan stadion bagus, sebuah sporting center dan tifoseria yang sangat mendukung klub dan kotanya. Saya sangat puas dengan apa yang telah kami bangun dan saya yakin proyek ini dan model ini, bisa dicontoh oleh klub-klub lain."
Domenici, "Promosi FIORENTINA Murni Putusan FIGC"
Firenze [Violanews, 21.08.03]
"Satu-satunya hal baik dari seluruh operasi
ini adalah dimasukkannya FIORENTINA ke seri B. Sebuah tindakan yang
berarti dan mulia". Itulah komentar dari walikota Firenze, Leonardo
Domenici, sesaat sebelum bertemu Diego Della Valle, mengenai keputusan
federasi memasukkan FIORENTINA ke kompetisi seri B.
"FIORENTINA di seri B adalah kemenangan
bagi semua pihak, tidak ada hubungannya dengan aliran politik - tambah
Domenici - Sama sekali tak ada alasan untuk berdebat karena malah bisa
jadi kontraproduktif. Saya ingin agar politik tidak dikaitkan dengan
FIORENTINA, yang bukan termasuk kanan-tengah atau kiri-tengah."
FIORENTINA dan tifosinya telah mengikuti semua ini, sejak tahun lalu
sampai hari ini, jadi pasti punya kesimpulan sendiri-sendiri. Bila ada
yang bicara ini karena hukum atau politik, itu salah dan tidak beralasan.
Pemerintah mengeluarkan dekrit dan federasi yang menunjuk nama.
Keputusan yang diambil rapat federasi ini punya beberapa alasan,
terutama karena Cosenza tidak memenuhi syarat untuk ikut kompetisi. Jadi
tidak ada pilihan lain."
"Yang jelas - tegas walikota - jika Catania
tidak menuntut dikembalikan ke seri B, maka kejadian ini tidak akan ada.
FIORENTINA akan bermain di C1, tanpa protes untuk meraih promosi ke seri
B."
"Saya juga ingin mengingatkan bahwa
keputusan federasi ini diambil tanpa ada tekanan dari Firenze, tak ada
tifosi yang berdemonstrasi di depan kantor federasi, meskipun tahun lalu
mereka harus membayar kesalahan yang sama sekali bukan salah Firenze."
"Kami mendapat promosi ini, tentu saja itu
tindakan balas jasa dan mengakui pentingnya Firenze dan tifosinya yang
selalu bertindak dengan sopan."
"Saya ingin tanyakan satu hal, apa yang
harus saya katakan pada Carraro ketika dia menelepon dan bilang bahwa
mungkin FIORENTINA bisa ke seri B? Apakah saya harus bilang, 'Tidak usah,
terimakasih'?"
Sebagai penutup, walikota Domenici menjelaskan hubungan Firenze dengan
Pisa, "Wartawan suka menulis yang berlebihan, Paolo Fontanelli
walikota Pisa adalah kolega saya, rekan separtai dan sahabat saya.
Satu-satunya perbedaan antara kami adalah dia walikota Pisa dan saya
Firenze. Kami punya kewajiban untuk membela kepentingan sepakbola
masing-masing kota. Fontanelli juga mengatakan bahwa dia tidak menentang
Firenze atau FIORENTINA. Saya juga ingin menegaskan satu fakta. Setahu
saya, presiden Lega C Mario Macalli kan mengusulkan nama Martina bukan
Pisa untuk dipromosikan ke seri B."
Rabu, 20 Agustus 2003
Mr. Trap Turut Senang FIORENTINA ke Serie B
Pelatih tim nasional Italia, Giovanni Trappatoni mengatakan sangat senang dengan dimasukkannya FIORENTINA ke seri B.
"Saya tak tahu bagaimana pengambilan keputusan itu - kata Trap di RaiSport - tapi saya senang sekali karena dua tahun di Firenze merupakan masa yang sangat menyenangkan. Saya tak tahu apakah ini keputusan terbaik setelah debat sepanjang musim panas ini, tapi saya bahagia sekali."
Langganan:
Postingan (Atom)


