Kamis, 15 Mei 2003

kembalinya Nama FIORENTINA untuk Florentia Viola


Whole Again
Italian football welcomed back an old friend today after Diego Della Valle, owner of Florentia Viola, bought back the club's former name, AC Fiorentina.

Traditional purple
From next season the Florence club will be called Fiorentina again and will wear their traditional purple shirts after Della Valle bought the rights to both at a cost of 2.5m at an auction of all the property owned by the club at the time of their bankruptcy last summer.

Relegated last year
The two-times Italian champions dropped three divisions from Serie A down to Italy's lowest professional tier, Serie C2, last year and were forced to adopt a new name, Florentia Viola, along with new colours of white shirts with an horizontal purple line.

On the up
Last month the Viola took their first step back towards the top flight when they won promotion to Serie C1. Today's news is another step in the right direction for a club which attracted an average attendance of 25,000 this season, despite all their troubles.

'A fantastic present'
Fiorentina captain Angelo Di Livio, who pledged his future to the club after returning from the FIFA World Cup last summer, said: "We have always thought we were playing for the same Fiorentina, but Della Valle gave us a fantastic present today. It was a great gesture."

Friendly planned
The club will celebrate their promotion to Serie C1 with a friendly match on Monday when the current Fiorentina side will take on a team comprising members of the club's 1996 Italian Cup-winning side. Former coach Claudio Ranieri, now with Chelsea FC, will return for the occasion

Senin, 16 Desember 2002

Giornata 16 : Florentia Viola 2 x 0 San Marino

Florentia Viola pada pekan ke 16 Serie C2 musim 2002/2003 berhasil mengalahkan San Marino dalam laga kandang pada tanggal 15 Desember 2002 melalui gol Ripa di menit 42' dan Rigano di menit 69'.

Minggu, 13 Oktober 2002

Setelah Fiorentina, Banyak Tim Seri A Terancam Bangkrut

Fiorentina mungkin cuma jadi korban pertama dari krisis ekonomi yang menimpa sepakbola Italia. Sejumlah tim Seri A lain terancam menyusul La Viola sebagai tim almarhum. Demikian peringatan Asosiasi Pemain Italia (AIC).

Menurut presiden asosiasi ini, Sergio Campana, sebenarnya sudah ada beberapa klub yang bisa dinyatakan bangkrut karena kondisi finansialnya sudah megap-megap. Salah satu indikasinya adalah ketidakmampuan mereka dalam membayar gaji para pemainnya.

Akibatnya, banyak klub Seri A termasuk Lazio mau tak mau perlu membujuk pemain-pemainnya agar bersabar dalam menerima gajinya. Lamanya penundaan tersebut bisa sampai beberapa minggu bahkan bulan. Hingga saat ini memang belum ada pergolakan yang berarti di kalangan pemain mengenai hal ini, tapi sampai kapan, itu tak bisa diramalkan.

“Kondisi ini justru akan meningkatkan tensi kekhawatiran mereka,” ujar Campana seperti dikutip Football Italia, Sabtu (12/10/2002). “Ini amat disayangkan karena praktek semacam ini biasa terjadi di Seri C bertahun-tahun yang lalu dan kini melebar ke divisi yang lebih atas.”

Musim ini hampir sebagian besar klub-klub di Eropa mengalami krisis keuangan. Itulah sebabnyak banyak di antara mereka terpaksa menjual bintang-bintang utamanya demi mendapat tambahan dana guna menutup utang-utangnya.

“Masalah sebenarnya adalah sekarang para pemain diminta untuk tidak cemas dan tetap menjalankan kompetisi. Pada kenyataannya, mereka belum menerima gaji dan kelak akan menyadari bahwa klub-klubnya memang tak sanggup mengatasinya,” ujar Campana lagi

Sekitar dua bulan yang lalu salah satu klub top di Italia, Fiorentina, dinyatakan bangkrut karena terlilit utang yang sangat besar. Sebagai penggantinya didirikan sebuah klub baru bernama Florentia Viola 1926 dan harus memulai hidupnya di kompetisi Liga Italia dari divisi profesional  yang paling bawah, Seri C2.
 

Jumat, 10 Mei 2002

Musim Buruk di Serie A 2001/2002 ...

Hasil Pertandingan FIORENTINA Serie A 2001/2002