Minggu, 18 Juli 2004
Hidetoshi Nakata Bergabung dengan FIORENTINA
Senin, 21 Juni 2004
Ale Viola...!!! Welcome Back to Serie A...!!!
Sekilas Jalannya PertandinganStadion Artemio Franchi menjadi lautan ungu saat leg kedua promosi ini play-off digelar. Tiket terjual habis, dan bahkan pada pertandingan ini juga turut hadir legenda Viola Gabriel Batistuta untuk menonton play off ini.
Perugia membutuhkan kemenangan untuk tetap bertahan di Serie dan mereka memasang striker veteran Fabrizio Ravanelli dan Marcelo Zalayeta meskipun sempat cedera ringan sebelum pertandingan.
Fiorentina sendiri tanpa diperkuat bintang andalan mereka, striker Christian Rigano - yang belum pulih dari cedera paha- serta tidak diperkuat Zisis Vryzas. Enrico Fantini pun dipasang sejak menit pertama dan diharapkan mencetak gol setelah ia juga mencetak gol kemenangan di Stadion Renato Curi.
Perugia hampir saja memerik keuntungan dari spesialisasi Ze Maria dalam set-piece, ketika memanfaatkan kesalahan William Viali namun dapat diselamatkan oleh kiper Viola, Cejas.
Fiorentina di babak pertama bermain tidak baik dan hanya memperoleh satu peluang di babak pertama saat Zeljko Kalac hampir saja kebobolan atas tendangan crossing Luca Ariatti.
Kebuntuan akhirnya pecah pada awal babak kedua, Fiorentina memimpin 1-0 lewat Enrico Fantini melalui sundulannya. Proses gol diarsiteki Christian Maggio yang melewati 2 bek Christian Manfredini dan Fabiano dan kemudian mengirimkan umpan silang yang diselesaikan dengan baik oleh Fantini dengan headingnya.
Perugia dalam tekanan. Perugia memerlukan untuk mencetak dua gol sekarang untuk menghindari degradasi, sehingga Franco Brienza dimasukkan untuk menggantikan bek Christian Manfredini. Hal ini dilakukan Perugian untuk memperkuat serangan. Pergantian pemain ini cukup efektif.
Pada menit 58 publik Firenze cemas setelah striker mereka Enrico Fantini harus diusir wasit karena menerima kartu kuning kedua. Fantini melakukan tackling keras kepada Brienza setelah kehilangan bola.
Tensi juga memanas saat The Grifoni meminta hadiah penalti kepada wasit karena menganggap Viali melakukan pelanggaran kepada Fabrizio Ravanelli saat Ze Maria mengumpan tendangan bebas ke dalam kotak penalti. Si "Rambut Putih" mengklaim ia harusnya dihadiahi penalti karena menganggap Viali melakukan pelanggaran. Namun wasit tetap tegas tidak memberi penalti.
Pemain Inggris Jay Bothroyd masuk menggantikan Ravanelli pada menit-menit akhir pertandingan. Dan akhirnya Perugia dapat mencetak gol melalui Guilherme do Prado pada saat pertandingan tersisa 8 menit. Gol ini sempat memberi harapan Perugia untuk mencetak gol lagi. Namun sampai waktu pertandingan berakhir kedudukan tetap bertahan 1-1.
Dengan hasil ini Fiorentina berhasil promosi ke Serie A sedangkan Perugia harus degradasi ke Serie B.
Fiorentina 1-1 Perugia (2-1 on agg)
Pencetak Gol: Fantini 47 (F), Do Prado 82 (P)
Fiorentina:
Cejas; Maggio, Delli Carri, Viali, Savini; Ariatti, Scaglia (T Manfredini 51), Piangerelli (Di Livio 89), Fontana, Camorani (Graffiedi 61); Fantini
Perugia: Kalac; Coly, Di Loreto, Fresi (Do Prado 67), Fabiano; Ze Maria, Obodo, C Manfredini (Brienza 49), Di Francesco; Zalayeta, Ravanelli (Bothroyd 74)
Wasit: Rosetti
Kartu Merah: Fantini 58 (F)
Kamis, 21 Agustus 2003
Della Valle: "Setelah Seri B, Kami Ingin ke Seri A"
Domenici, "Promosi FIORENTINA Murni Putusan FIGC"
Rabu, 20 Agustus 2003
Mr. Trap Turut Senang FIORENTINA ke Serie B
Kronologis FIORENTINA Menuju ke Seri B
|
|
Firenze [20 Agustus 2003]
[12:15] Rapat FIGC Mulai
[Violanews] -- Di Roma, di Via Alleggeri, rapat federasi akan dimulai dalam waktu dekat. Semua anggota telah hadir. Saat ini tidak ada yang mau memberikan pernyataan pada pers.
[12:40] Macalli, "Terserah Keputusan
Federasi"
[violanews] -- Presiden Lega seri C, Mario
Macalli saat memasuki kantor FIGC membantah pernyataannya kemarin yang
mengancam menghentikan kompetisi seri C jika FIORENTINA dimasukkan ke
seri B. "Saya tak pernah mengucapkan hal-hal itu. Di dalam akan ada
rapat Federasi dan disinilah akan diambil keputusan."
Rapat federasi belum dimulai karena masih menunggu kehadiran Galliani.
[14:00] Rapat Masih Berjalan
[Violanews] -- Di Via Allegri, kantor pusat FIGC, rapat federasi masih berlangsung untuk membahas dimulainya kompetisi seri A dan B tanggal 30 dan 31 Agustus. Rapat itu bertujuan untuk menentukan jumlah dan nama tim yang akan tampil dalam dua kompetisi itu.
[14:05] Giani, "Sebaiknya Segera Diputuskan,
Ya atau Tidak"
[Violanews] -- Eugenio Giani di RadioBlu menganalisis situasi FIORENTINA, "Saya optimis tapi lebih baik jika semua segera diselesaikan. Saya masih ingat perdebatan tahun lalu dalam rapat federasi ketika hampir semua dari mereka yakin bahwa FIORENTINA memenuhi syarat untuk mulai lagi dari C1, jadi sekarang saya yakin bahwa peluang FIORENTINA ke seri B itu benar-benar ada. Tapi harus diputuskan segera."
[16:25] Rapat Sudah Usai?
[Violanews] -- Rapat federasi mungkin selesai 30 menit lagi. Sepertinya anggota federasi telah memutuskan untuk memperlebar seri B menjadi 24 tim dan mempertahankan seri A dengan 18 tim.
[18:20] FIORENTINA ke Seri B, Sudah Pasti
[Violanews] -- FIORENTINA main di seri B, itu sudah pasti saat ini. Rapat Federasi baru saja memutuskan akan mengadakan seri B baru dengan 24 tim dengan cara membatalkan tim yang didegradasi musim lalu dan menunjuk FIORENTINA menggantikan posisi Cosenza yang tidak gagal mendaftar ikut kompetisi karena masalah keuangan. Konfirmasi berita ini datang dari VP FIGC Giancarlo Abete yang baru saja keluar dari Via Allegri. Tim yang dimasukkan kembali ke seri B adalah Catania, Genova, Salernitana dan FIORENTINA. Sedangkan seri A tetap terdiri dari 18 tim. Keputusan ini akan dilaporkan pada Coni esok yang mengadakan rapat luar biasa untuk meratifikasi putusan itu.
[18:35] Abete, "Kami Mematuhi Dekrit
Pemerintah"
[Violanews] -- VP FIGC memberikan komentar mengenai keputusan Rapat Federasi di RadioBlu, "Kami memutuskan untuk mengikuti arahan dalam dekrit pemerintah kemarin. Kami mengikuti kriteria yang ada dan kami memutuskan seri B menjadi 24 tim dengan FIORENTINA."
[19:15] Rilis Pers AC FIORENTINA
[Violanews] -- Berikut rilis pers yang
dikeluarkan oleh ACF FIORENTINA menanggapi keputusan FIGC.
"Hasil dari Rapat Federasi telah memutuskan untuk memasukkan ACF FIORENTINA ke kompetisi seri B. Kami merasa sangat gembira sebab itu menunjukkan pengakuan terhadap pentingnya kota Firenze, keseriusan program klub dan tingginya martabat yang ditunjukkan oleh seluruh tifosi viola hingga saat ini. Mulai esok seluruh kegiatan FIORENTINA ditujukan untuk seri B. Jumpa pers dengan eksekutif klub, dimana pemilik juga akan hadir, dijadwalkan akan dilangsungkan esok."
Kamis, 15 Mei 2003
kembalinya Nama FIORENTINA untuk Florentia Viola
Whole Again
Italian football welcomed back an old friend today after Diego Della Valle, owner of Florentia Viola, bought back the club's former name, AC Fiorentina.
Traditional purple
From next season the Florence club will be called Fiorentina again and will wear their traditional purple shirts after Della Valle bought the rights to both at a cost of 2.5m at an auction of all the property owned by the club at the time of their bankruptcy last summer.
Relegated last year
The two-times Italian champions dropped three divisions from Serie A down to Italy's lowest professional tier, Serie C2, last year and were forced to adopt a new name, Florentia Viola, along with new colours of white shirts with an horizontal purple line.
On the up
Last month the Viola took their first step back towards the top flight when they won promotion to Serie C1. Today's news is another step in the right direction for a club which attracted an average attendance of 25,000 this season, despite all their troubles.
'A fantastic present'
Fiorentina captain Angelo Di Livio, who pledged his future to the club after returning from the FIFA World Cup last summer, said: "We have always thought we were playing for the same Fiorentina, but Della Valle gave us a fantastic present today. It was a great gesture."
Friendly planned
The club will celebrate their promotion to Serie C1 with a friendly match on Monday when the current Fiorentina side will take on a team comprising members of the club's 1996 Italian Cup-winning side. Former coach Claudio Ranieri, now with Chelsea FC, will return for the occasion

